Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak konsultan endokrinologi Frida Soesanti menyampaikan bahwa penggunaan obat mengandung steroid dalam jangka panjang atau secara berlebihan dapat menyebabkan osteoporosis atau tulang rapuh pada anak dan remaja.
"Osteoporosis dapat disebabkan karena penggunaan steroid. Jadi, steroid itu contohnya Prednisone, Methylprenisolone, Dexamethasone. Ini
digunakan kalau diperlukan, kalau sehari-hari, seperti batuk pilek, anaknya enggak usah dikasih," kata Frida dalam acara diskusi kesehatan yang diikuti via daring, Selasa (21/10).
Anggota Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu mengatakan obat yang mengandung steroid bisa membahayakan kesehatan tulang apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Ia mencontohkan, orang dewasa yang mengonsumsi Prednisone dengan dosis kecil, sekitar 10 mg, dalam waktu 90 hari bisa menghadapi peningkatan risiko patah tulang punggung hampir 18 kali lipat dan risiko patah tulang panggul tujuh kali lipat.
"Di dalam tulang punggung kita ini untuk melindungi saraf yang ada di dalamnya. Patah di tulang punggung itu jangan dibayangkan kayak patah di
kaki atau di tungkai, justru itu kelihatan. Kalau di punggung, enggak kelihatan, anaknya cuma merasa pegal-pegal," kata Frida.
Kepala Divisi Endrokrinologi Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta itu menekankan bahwa obat yang mengandung steroid hanya boleh diberikan kalau memang dibutuhkan secara medis.
"Steroid hanya kita berikan kalau perlu. Misalnya, anaknya sedang serangan asma berat, karena itu perlu, tapi sebentar, habis itu setop. Anak dengan leukemia memang salah satu regimen untuk kemoterapinya adalah steroid. Tapi untuk sehari-hari, anaknya batuk pilek, alergi, obatnya bukan steroid," jelas Frida.
"Jangan rutin menggunakan steroid, karena memengaruhi (risiko) patah tulangnya. Kemudian, anaknya pendek, karena dia mempengaruhi pertumbuhan tulang, pertumbuhan tinggi badan. Steroid hanya diberikan kalau memang dibutuhkan," lanjutnya.
Dia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam memanfaatkan ramuan atau obat tanda izin edar, yang berpeluang memiliki kandungan steroid tersembunyi. (Ant/Z-1)
Ketika kadar testosteron alami turun, pria bisa mengalami penurunan gairah seks, disfungsi ereksi, bahkan penurunan jumlah sperma.
Penggunaan steroid secara jangka panjang dan dalam dosis tinggi dapat mengakibatkan efek samping serius, seperti peningkatan berat badan, mood swing, dan gangguan tidur.
Steroid adalah obat yang memiliki senyawa dengan aktivitas anti peradangan dan juga dapat menekan sistem imunitas tubuh dan dapat menimbulkan efek samping.
Obat kortikosteroid berperan penting dalam pengobatan eksim. Namun ada sebagian pasien/keluarga menolaknya karena fobia steroid.
Obat steroid, obat penenang, dan obat kemoterapi bisa membuat tulang cepat rapuh apabila dikonsumsi dalam waktu lama.
Bone Scan terhadap lebih dari 500.000 orang di 16 kota, hasilnya menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bahwa lebih dari 50% di antaranya berisiko mengalami osteoporosis.
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada perempuan disebabkan erat kaitannya dengan hormon estrogen yang membantu metabolisme tulang.
Osteoporosis sering kali disebut sebagai silent disease, karena baru diketahui setelah terjadi patah tulang.
Pencegahan osteoporosis harus dimulai dari penerapan gaya hidup sehat dan aktif sejak usia muda.
Osteoporosis merupakan penyakit progresif yang sering kali tidak terdeteksi hingga terjadi patah tulang.
PERINGATAN Hari Osteoporosis Nasional dan Dunia 2025 menjadi momentum untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan tulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved