Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANAAN Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berlangsung sejak Januari 2025 dan hingga September telah membawa korban sekurangnya 4.711 anak yang mengalami keracunan. Paea korban ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Membantu penyiapan makanan yang bersih dan tidak menyebabkan keracunan, Fakultas Teknologi Pertanian UGM bekerja sama dengan salah satu mitra Badan Gizi Nasional Yayasan Mitra Karya Maporina menggelar kegiatan pelatihan dan pendampingan food safety, hygiene dan sanitasi bagi relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aula Sentra Kitchen Al Kautsar, Yogyakarta.
Rachma Wikandari, S.T.P., M.Biotech., Ph.D., dosen FTP UGM mengatakan penyebab utama kasus keracunan adalah makanan yang sudah terkontaminasi bakteri seperti E. colli dan Salmonella. Wikan, demikian ia akrab disapa, menegaskan perlu menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku dalam setiap tahapan penanganan makanan hingga sampai ke tangan anak-anak.
“Penggunaan masker, sarung tangan, dan alat pelindung juga wajib digunakan sebagai upaya menjaga kebersihan dan mencegah penyebaran mikroba dalam mengolah makanan,” kata Wikan dalam keterangan yang diterima wartawan, Senin (20/10).
Wikan menambahkan, SPPG perlu memperhatikan tahapan yang benar dalam mengolah bahan makanan yang masih mentah dan bahan makanan matang agar tidak menimbulkan kontaminasi silang. Ia menambahkan, kesalahan dalam tata letak dapur dan penggunaan alat masak bergantian dapat menjadi sumber penyebab kontaminasi makanan. Tidak hanya itu, upaya pencegahan dengan memperhatikan suhu aman dalam menyimpan makanan, pemanasan makanan secara sempurna, serta durasi penyajian makanan yang tidak lebih dari enam jam.
“Pengawasan terhadap waktu penyajian dan suhu makanan adalah bagian penting dari standar keamanan pangan. Banyak kasus keracunan terjadi bukan karena bahan yang buruk, tapi karena penyajian yang terlalu lama tanpa kontrol suhu,” jelas Wikan.
Sementara Dian Anggraini Suroto, S.T.P., M.P., M.Eng., Dosen FTP lainnya menjelaskan pentingnya memperhatikan tempat dan kondisi bangunan produksi sebagai upaya pencegahan kontaminasi makanan yang diproduksi. Dinding dan lantai tempat produksi harus selalu dibersihkan dari debu dan kotoran agar tidak mencemari makanan. Ia menjelaskan, area pengolahan makanan harus terpisah dari sumber pencemaran seperti toilet, tempat pembuangan sampah, dan saluran air kotor.
“Lokasi pengolahan makanan tidak boleh dekat dengan tempat yang tercemar, karena tanpa disadari cemaran bisa juga melalui udara, air, hingga tanah,” jelasnya.
Sedangkan perwakilan Yayasan Mitra Marya Maporina, Makbul Hajad menyatakan, peran MBG meliputi ketahanan pangan dan memperbaiki pola makan pada anak. Segala proses produksi yang dijalankan oleh SPPG berangkat dari tujuan untuk memastikan gizi anak terpenuhi melalui makanan yang sehat dan aman. Ia menegaskan pentingnya mengadakan evaluasi rutin dan belajar dari pengalaman sebelumnya agar kualitas dalam produksi dan pelayanan dapat meningkat.
“Dua minggu terakhir terus dilakukan perbaikan bersama. Semua kekurangan dan catatan yang tersampaikan jadi pembelajaran bersama supaya layanan kita lebih baik,” jelasnya,
Kepala SPPG Sinduadi Rochan Bedu Suja, dalam kesempatan itu menegaskan pihaknya berkomitmen melakukan upaya pencegahan dan mitigasi terhadap potensi kasus keracunan makanan. Ia menyampaikan, meskipun kejadian kasus keracunan merupakan hal yang tak terduga, upaya pengendalian dapat dilakukan sejak proses produksi sebagai langkah pencegahan.
“Adanya kelalaian ini menimbulkan dampak besar, oleh sebab itu perlu adanya pencegahan agar hal yang tidak diinginkan tidak terulang kembali,” ujarnya.
Ia berharap, pelatihan ini dapat memberikan pemahaman lebih lanjut pada relawan SPPG dalam menyajikan makanan berkualitas sehingga dapat sampai ke tangan anak-anak dengan aman dan layak konsumsi. (H-2)
Setiap SPPG rata-rata mempekerjakan 50 orang. Dengan 24 ribu unit, tenaga kerja langsung yang terserap mencapai sekitar 1,1 juta orang.
SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan, tetapi juga pusat edukasi gizi, pelayanan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Saat ini telah beroperasi 23.012 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sekitar 65% dari target nasional sebanyak 35.270 unit.
Sebelum didistribusikan kepada siswa penerima manfaat, menu MBG yang diproduksi dilakukan pengetesan cepat (rapid test), untuk mengecek tercemar tidaknya menu MBG.
Dadan mengatakan dana bantuan pemerintah yang terserap untuk program MBG mencapai Rp55,2 triliun.
Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Yayasan Padepokan Pandan Ireng secara resmi mulai mengoperasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Melalui kolaborasi ini, Prasetiya Mulya dipercaya untuk memberikan pendampingan dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif bagi pelaku UMKM di 12 desa yang ada di 12 kecamatan terpilih.
Tim memberikan pelatihan manajemen usaha,pengujian produk sesuai standar SNI 3144:2015, serta pembuatan logo produk
YAYASAN Baitul Maal Brilian (YBM Brilian) meraih penghargaan medali platinum dalam ajang Asian Impact Awards 2025, yang digelar pada 17-18 September 2025 di Portman College Malaysia
Unit usaha Koperasi Merah Putih dipastikan sesuai dengan kesepakatan pengurus dan anggota dengan menyesuaikan potensi masing-masing wilayah.
Kanker pada anak tak hanya menjadi tantangan medis, tapi juga ujian mental dan ekonomi, terutama bagi keluarga prasejahtera
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved