Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto mengusulkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyediakan sendok yang laik untuk digunakan oleh penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Itu karena dari laporan yang ia terima, sejumlah kasus keracunan terjadi karena penerima manfaat makan tanpa menggunakan sendok.
"Mungkin sekarang, kepala BGN, dibagi saja sendok yang sederhana, tidak apa-apa, sendok tidak terlalu mahal. Walaupun saya tahu kebiasaan rakyat kita memang lebih enak makan pakai tangan," kata dia saat memberikan pengantar dalam Rapat Sidang Kabinet Paripurna, Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/10).
Prabowo turut menyoroti pentingnya peran sekolah dan tenaga pendidik dalam menanamkan kebiasaan hidup bersih kepada anak-anak. "Kalau mau makan pakai tangan harus cuci tangan dengan sebaik-baiknya, berarti di setiap sekolah harus tersedia air bersih, juga dengan sabun," ujar Prabowo.
Adapun implementasi program unggulan pemerintah itu menunjukkan kemajuan pesat hanya dalam waktu kurang dari satu tahun. Laporan yang Prabowo terima, saat ini telah ada 12.508 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur mitra program MBG.
Dapur tersebut telah menyuplai 1,410 miliar porsi makanan sejak program MBG digulirkan pada 6 Januari 2025. Sedangkan sebanyak 36,7 juta anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita telah menerima manfaat program tersebut.
Prabowo menyebut capaian itu juga telah menjadi sorotan dunia karena dicapai dalam waktu yang jauh lebih singkat dibanding negara lain. "Presiden Brasil memberi tahu kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima. Kita dalam satu tahun sudah mencapai 36 juta," kata dia.
Namun, Prabowo mengingatkan agar keberhasilan itu tidak membuat jajaran pemerintah tergesa-gesa memperluas program tanpa memastikan kualitas pelaksanaannya. Ia berpesan, "Jangan dipaksakan, ojo ngoyo, yang penting baik pelaksanaannya," tuturnya.
Meski diakui masih terdapat kasus kecil seperti keracunan makanan di sejumlah daerah, Prabowo menilai hal tersebut masih dalam batas kewajaran jika dibandingkan dengan skala besar program.
"Kalau diambil statistik, 8 ribu dari 1,410 miliar porsi, saya kira masih dalam koridor eror yang manusiawi," terangnya.
Meski begitu, Prabowo menegaskan agar tidak ada toleransi terhadap kelalaian. Ia meminta BGN memperketat prosedur distribusi dan memastikan penggunaan peralatan berkualitas untuk menjaga standar kebersihan dan keamanan pangan. (H-3)
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan data statistik terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan hingga saat ini.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini telah menjangkau sebanyak 60,2 juta orang penerima manfaat.
Presiden Prabowo menyatakan dana MBG bersumber dari hasil efisiensi dan penghematan terhadap praktik belanja negara yang selama ini tidak produktif dan rawan
PRESIDEN Prabowo Subianto curhat soal pertama kali meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo mengaku sempat mendapat ejekan dari kalangan intelektual.
Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Al-Kautsar Al-Akbar juga menyuplai kebutuhan dalam ekosistem program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong optimalisasi distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjangkau kelompok rentan.
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Hasil penelitian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan, mayoritas orang tua merasakan adanya perbaikan pola konsumsi anak setelah adanya program MBG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved