Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis lulusan Universitas Indonesia Kasandra Putranto mengatakan pihak sekolah perlu memastikan pendisiplinan yang diberikan pada siswa bersifat adil dan mendukung tumbuh kembang mereka.
"Sebelum memberikan hukuman kepada murid yang melanggar aturan, pihak sekolah perlu mempertimbangkan beberapa aspek penting untuk memastikan pendisiplinan dilakukan secara adil, efektif, dan mendukung perkembangan psikologis serta sosial anak," kata Kasandra, Minggu (19/10).
Kasandra mengatakan, sebelum melakukan pendisiplinan, sekolah harus memahami konteks dan motif pelanggaran. Sekolah diharapkan menyelidiki alasan di balik pelanggaran terlebih dahulu seperti faktor lingkungan, tekanan teman atau masalah emosional.
Memahami akar masalah melalui dialog dapat mencegah pendekatan yang merusak seperti hukuman fisik.
Hukuman yang diberikan sekolah harus sesuai dengan peraturan nasional, seperti Undang-Undang Perlindungan Anak di Indonesia, yang melarang kekerasan fisik atau psikologis. Sebab, hukuman fisik seperti tamparan dapat menyebabkan trauma, depresi, atau agresi dan menurunkan harga diri siswa.
Selain itu, sekolah harus memiliki aturan yang jelas, dikomunikasikan kepada siswa dan orangtua, serta diterapkan secara konsisten karena ketidakjelasan aturan dapat memicu persepsi ketidakadilan
Hukuman harus bertujuan mengajarkan nilai dan tanggung jawab, bukan hanya menghukum.
Menurutnya, hukuman pun perlu disesuaikan dengan usia siswa dan tingkat keparahan pelanggaran. Hukuman fisik pada remaja dapat memperburuk gangguan mental karena fase perkembangan mereka yang sensitif.
"Tindakan pendisiplinan dengan cara kejam seperti menampar anak dapat berdampak serius pada kondisi psikologis anak baik dalam jangka
pendek maupun jangka panjang," ujarnya.
Beberapa dampaknya yang timbul seperti muncul rasa takut dan cemas terhadap guru atau lingkungan sekolah yang berdampak pada konsentrasi dan menurunnya semangat belajar, turunnya rasa kepercayaan diri, masuk dalam kebingungan moral yang sulit membedakan antara disiplin dan kekerasan.
Hukuman fisik seperti memberikan terbukti meningkatkan perilaku agresif, rasa takut, dan reaksi emosional negatif pada anak. Dampak psikologis jangka panjangnya berupa trauma emosional, meniru cara guru melakukan kekerasan hingga menarik diri dari sosial atau mengalami masalah mental.
Oleh karenanya, kolaborasi dengan orangtua dan guru BK penting untuk mendukung pendisiplinan holistik. Keterlibatan orangtua dalam pendisiplinan positif meningkatkan efektivitas perubahan perilaku.
Dalam kesempatan itu, Kasandra juga menilai bahwa kasus yang terjadi di SMA 1 Cimarga, Lebak, Banten telah masuk sebagai tindakan kekerasan fisik seperti tamparan dinilai tidak tepat dan bertentangan dengan prinsip pendidikan modern.
Ia turut menilai hal tersebut dapat menggagalkan tujuan bersama dalam mewujudkan sekolah ramah anak, ketika otoritas guru seharusnya digunakan untuk mendidik, bukan melampiaskan emosi.
Sebaliknya, mereka merekomendasikan fokus pada pencegahan dan intervensi psikologis untuk mengatasi akar masalah seperti merokok, yang sering dipicu oleh faktor sosial, tekanan teman, atau kurangnya pengawasan. (Ant/Z-1)
Para delegasi SMA Labschool Jakarta berkunjung dan diterima oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo di kantor KBRI Indonesia di Washington DC.
Demi keselamatan para siswa, anggota kepolisian turun langsung ke sungai dan menggendong anak-anak satu per satu agar dapat menyeberang dengan aman.
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik.
Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.
Data hasil TKA menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya membangun learning organization bagi ASN sebagai fondasi penguatan kinerja dan daya adaptasi organisasi.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 oleh Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hanya 3,6% pasien di Indonesia yang berhasil mencapai target LDL-C yang ideal.
Mentan Amran Sulaiman kembali menunjukkan ketegasannya dalam menegakkan disiplin aparatur di lingkungan Kementerian Pertanian. Saat melakukan inspeksi mendadak
Inti dari disiplin positif adalah bagaimana membuat anak belajar dari kesalahan dan mengubah perilaku, bukan sekadar rasa takut dan jera secara sementara.
Faisal juga menyampaikan bahwa sekitar 81% pengaduan ditindaklanjuti melalui klarifikasi, baik kepada pelapor maupun terlapor, untuk memastikan kebenaran informasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved