Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Shin Tae-yong Bicara Peluang Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026

Intan Safitri
21/2/2026 15:52
Shin Tae-yong Bicara Peluang Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026
Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong menendang bola ke gawang di sela latihan persiapan Piala AFF 2024.(Antara)

Target tampil di panggung dunia bukan lagi sekadar wacana bagi Indonesia. Dengan ekspansi peserta di ajang FIFA World Cup 2026, peluang negara-negara Asia, termasuk Indonesia, secara matematis memang terbuka lebih lebar. Namun, seberapa realistis mimpi itu jika melihat kondisi saat ini?

Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong, menekankan bahwa perkembangan memang ada, tetapi prosesnya tidak bisa instan. Ia menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan sepak bola Indonesia dalam sesi doorstop bersama media di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/2).

"Saya salah satu orang yang benar-benar percaya sepak bola Indonesia akan berkembang lebih jauh dari sekarang," ujar Shin Tae-yong.

Fondasi dan Disiplin

Optimisme Shin Tae-yong bukan tanpa syarat. Ia menegaskan bahwa fondasi dan disiplin menjadi kunci utama keberhasilan sebuah tim nasional. Menurutnya, pembenahan harus dilakukan secara sistematis, bukan sekadar mengejar target jangka pendek yang bersifat semu.

"Jadi mulai dari fondasi yang dibangun benar-benar baik, benar-benar proses yang benar," katanya. Pernyataan ini mengarah pada kebutuhan reformasi di level akar rumput hingga manajemen profesional di klub-klub liga domestik.

Realistis atau Terlalu Cepat?

Secara struktur, sepak bola Indonesia masih berproses dalam membangun konsistensi performa di level internasional. Masalah klasik seperti inkonsistensi permainan, mental tanding, hingga kedalaman skuad masih terlihat dalam beberapa laga krusial.

Shin menilai profesionalisme harus dimulai dari level individu pemain. Kualitas teknis saja tidak akan cukup untuk menembus level dunia tanpa didukung oleh gaya hidup yang disiplin.

"Untuk menjaga kondisi yang baik, yang paling penting adalah dasar dan disiplin. Jadi tidak boleh main enak saja, mulai dari makanan dan kegiatan sehari-hari. Harus benar-benar profesional."

Peran Akademi dan Pembinaan Usia Muda

Salah satu titik krusial yang disoroti adalah pembinaan usia muda. Indonesia memiliki banyak talenta berbakat, namun transisi dari level junior ke level profesional sering kali tidak berjalan maksimal karena ketiadaan sistem yang berkelanjutan.

Shin Tae-yong menyatakan bahwa dengan struktur yang bagus dan sistematis, peluang untuk lolos di masa mendatang tetap terbuka lebar, termasuk dalam proyeksi jangka panjang menuju Piala Dunia 2030 dan 2036. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya