Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) bersama rombongannya menyambangi Kejaksaan Agung (Kejagung), hari ini. Mereka mau meminta bantuan Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk mengawal pelaksanaan haji di Indonesia.
“Kita sudah memilukan minta pendampingan dari Kejaksaan Agung, dan juga kemarin ketemu teman-teman dari KPK, sama, dalam rangka mewujudkan amanah Presiden (Prabowo Subianto), bahwa proses haji harus transparan dan akuntabel,” kata Gus Irfan di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, hari ini.
Gus Irfan mengatakan, Presiden telah memberikan instruksi bahwa pelaksanaan ibadah haji dan umrah harus bersih dari korupsi. Kejagung juga diminta membantu memantau proses peralihan aset dari Kementerian Agama (Kemenag) ke Kemenhaj.
“Kita juga minta pendampingan agar bahwa aset-aset yang akan kami terima nanti benar-benar aset-aset yang bersih, clean, tidak ada permasalahan di kemudian hari,” ucap Gus Irfan.
Gus Irfan juga memberikan ratusan nama kepada Kejagung untuk disaring latar belakangnya. Nama-nama itu merupakan calon pegawai sampai pejabat di Kemenhaj.
“Untuk di-tracking, di-tracking oleh Kejaksaan Agung untuk bisa memastikan bahwa mereka orang-orang bersih, dan bisa bergabung dengan kami di Kementerian Haji,” ucap Gus Irfan.
Nama-nama itu sebelumnya sudah diserahkan ke KPK untuk diminta dicek latar belakangnya. Menurut Gus Irfan, pengecekan ganda penting.
Jaksa Agung menegaskan siap membantu Kemenhaj mencegah korupsi di kemudian hari. Burhanuddin menyebut pemberantasan korupsi tidak melulu melalui penindakan. “Bukan bersih-bersih kotor-kotoran, tapi, hal-hal yang menghindarkan dan menjadi perbuatan-perbuatan yang adanya korupsi, di situ (dicegah),” tegas Burhanuddin.
Burhanuddin berharap hanya hal baik yang ikut dalam pemindahan kewenangan pelaksanaan haji. Kelakuan buruk harus ditinggal untuk mencegah sistem baru dirusak oleh kebiasaan lama.
“Saya mengharapkan pindah ini bukan pindah Kementeriannya, jangan sampai nanti kepindahan juga penyakitnya,” tutur Burhanuddin. (Can/P-1)
Sebagian siswa cenderung terlalu dimanja dan setiap persoalan kecil dilaporkan kepada orang tua, bahkan berujung pada kriminalisasi guru.
Anang menjelaskan, kejadian rasuah dalam kasus ini berkisar pada tahun 2023 sampai 2025. Kasus ini diusut atas laporan masyarakat.
BPK menyoroti mekanisme pelaksanaan penjualan urea dan amonia yang dinilai tidak memenuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik
Persoalan ini bukan sekadar masalah personal, melainkan pertaruhan nama baik institusi negara.
Fakta persidangan telah membuktikan nilai Rp 2,9 triliun bukanlah kerugian negara. Nilai itu adalah pembayaran Pertamina atas penyewaan tangki BBM milik PT OTM.
Dugaan penerimaan fasilitas dari pihak swasta oleh pejabat publik merupakan pelanggaran etika serius yang mencederai kepercayaan rakyat.
Rencana perubahan nomenklatur Badan Penyelenggara Haji menjadi Kementerian Haji diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji kepada masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved