Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
NUTRISI adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan, perkembangan, serta menjaga fungsi organ dan energi agar tetap optimal.
Nutrisi berasal dari makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari.
Kurang nutrisi membuat daya tahan tubuh menurun, sehingga tubuh lebih mudah terserang penyakit seperti flu, infeksi, atau luka yang sulit sembuh.
Kekurangan protein dan kalori menyebabkan tubuh mengambil energi dari jaringan otot, sehingga massa otot berkurang, tubuh lemah, dan berat badan turun drastis.
Kekurangan zat besi, kalium, magnesium, atau vitamin B kompleks dapat mengganggu fungsi jantung dan tekanan darah. Kondisi ini bisa menyebabkan detak jantung tidak teratur, cepat lelah, bahkan pingsan.
Otak membutuhkan asupan nutrisi seperti omega-3, zat besi, dan vitamin B12 untuk bekerja optimal. Kekurangan nutrisi dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat, dan suasana hati.
Kekurangan kalsium, vitamin D, dan fosfor membuat tulang kehilangan kepadatannya. Dalam jangka panjang, hal ini meningkatkan risiko tulang keropos dan patah tulang.
Tanpa nutrisi yang cukup, tubuh kekurangan energi untuk beraktivitas. Akibatnya, kamu akan merasa cepat capek, lesu, dan kurang fokus.
Vitamin C, protein, dan zinc berperan penting dalam proses regenerasi jaringan. Jika kurang, luka atau infeksi akan lebih lama sembuh dan berisiko menimbulkan infeksi serius.
Kekurangan nutrisi pada masa pertumbuhan menyebabkan stunting, gangguan perkembangan otak, serta sistem imun yang lemah sejak dini.
Kurang nutrisi bisa menimbulkan berbagai masalah serius, mulai dari penurunan daya tahan tubuh, gangguan organ, hingga pertumbuhan terhambat. (Z-4)
Asupan energi yang seimbang di pagi hari berperan dalam mendukung proses berpikir, daya ingat, serta kesiapan fokus anak saat belajar.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Anemia defisiensi besi masuk dalam kategori anemia gizi. Kondisi ini terjadi akibat asupan zat besi yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh untuk memproduksi hemoglobin.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Berbagai formula herbal dan rempah yang tersedia di dapur rumahan dapat dimanfaatkan secara efektif, baik untuk pencegahan maupun membantu proses penyembuhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved