Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Dilophosaurus kerap digambarkan sebagai dinosaurus penyembur racun dalam film populer Jurassic Park (1990). Dalam adegan ikonik, makhluk ini digambarkan mampu menyemprotkan racun dari balik jambul lehernya. Namun, fakta ilmiah menunjukkan gambaran tersebut tidak benar.
Berikut 10 fakta menarik tentang Dilophosaurus yang sering disalahpahami publik:
Pada film Jurassic Park ada adegan saat Dilophosaurus menyemprotkan racun. Faktanya, tidak ada bukti ilmiah bahwa Dilophosaurus beracun.
Pernah muncul spekulasi tentang dinosaurus berbulu bernama Sinornithosaurus yang dianggap memiliki 'kantung racun'. Namun penelitian lanjutan menunjukkan struktur tersebut hanya gigi yang bergeser dari posisinya. Bukanlah organ penghasil racun.
Dalam film Jurassic Park juga terdapat jambul leher yang dapat mengembang pada Dilophosaurus. Tetapi tidak ada bukti bahwa Dilophosaurus memiliki struktur kulit semacam itu.
Namun, karena jaringan lunak seperti kulit jarang terawetkan dalam fosil, ilmuwan masih membuka kemungkinan. Meski sangat kecil bahwa kemampuan tersebut bisa saja pernah ada.
Dalam film, Dilophosaurus digambarkan seukuran anjing besar. Padahal, ukuran aslinya jauh lebih besar. Dinosaurus ini bisa mencapai panjang sekitar 6 meter dari kepala hingga ekor. Beratnya sekitar 450 kilogram, bahkan lebih berat dari beruang besar masa kini.
Ciri fisik paling khas dari Dilophosaurus adalah sepasang jambul di bagian atas tengkoraknya. Hingga kini, fungsi jambul tersebut masih menjadi perdebatan. Sebagian besar ilmuwan berpendapat jambul itu digunakan untuk menarik perhatian pasangan.
Dilophosaurus hidup pada awal periode Jurassic, sekitar 190–200 juta tahun yang lalu. Periode ini tergolong awal dalam sejarah dinosaurus, dan catatan fosilnya pun tidak sebanyak periode berikutnya.
Kehadiran Dilophosaurus di Amerika Utara menunjukkan bahwa ia merupakan keturunan relatif muda dari dinosaurus pertama yang berevolusi di Amerika Selatan pada masa Trias, sekitar 230 juta tahun lalu.
Hingga kini, klasifikasi ilmiah Dilophosaurus masih menjadi perdebatan bagi paleontolog. Di masa awal penelitiannya, dinosaurus ini sering dibandingkan dengan berbagai theropoda kecil hingga menengah dari awal periode Jura.
Sebagian ilmuwan mengelompokkan Dilophosaurus sebagai bagian dari Ceratosauria. Sementara yang lain menganggapnya kerabat dekat dari Coelophysis. Bahkan ada pendapat yang menyatakan bahwa spesies yang paling mirip dengan Dilophosaurus adalah Cryolophosaurus dari Antartika.
Dilophosaurus bukan satu-satunya dinosaurus yang memiliki nama dengan akhiran -lophosaurus. Ada Monolophosaurus, yang hidup di Asia pada akhir periode Jura dan Trilophosaurus dari periode Trias.
Beberapa ahli meyakini bahwa theropoda seperti Dilophosaurus memiliki metabolisme berdarah panas (endoterm). Banyak dinosaurus pemakan daging dari masa Kapur diketahui berbulu.
Meski begitu, karena Dilophosaurus hidup pada periode Jura awal, keberadaan dinosaurus berbulu saat itu masih dianggap sangat jarang.
Penelitian pada tahun 2001 terhadap 60 fragmen tulang kaki Dilophosaurus menunjukkan struktur kaki yang kuat. Tidak ditemukan tanda retakan akibat tekanan berat. Temuan ini menunjukkan Dilophosaurus termasuk dinosaurus pemangsa yang gesit dan ringan saat berburu.
Fosil Dilophosaurus sempat dimasukkan ke dalam kelompok Megalosaurus. Nama yang dulunya digunakan secara umum untuk hampir semua theropoda berukuran sedang.
Pada tahun 1970, seorang ahli paleontologi akhirnya menetapkan nama baru, Dilophosaurus, untuk membedakannya dari spesies Megalosaurus lainnya. (ThoughtCo/P-4)
Tidak ada dasar ilmiah yang mendukung bahwa T. rex bersuara seperti keledai. Para pembuat film lebih berusaha menciptakan kesan "kehadiran" dinosaurus yang menggetarkan.
Film Jurassic World terbaru dikabarkan akan digarap oleh Gareth Edwards. Ia sebelumnya dianggap sukses menyutradari sejumlah film seperti Godzilla, dan Rogue One: A Star Wars Story,
Dengan kepala kecil, leher panjang, dan sirip, plesiosaurus hidup pada periode Jurassic bawah atau sekitar 190 juta tahun lalu.
Temuan ini berbeda dari banyak asumsi sebelumnya bahwa mereka lebih mirip buaya, dengan gigi terbuka saat mulut tertutup dan tidak memiliki bibir
Film terbaru dalam serial tentang dinosaurus itu, yang keenam dalam rangkaian film Jurassic Park, sukses meraup pendapatan sebesar US$58,7 juta.
Tanah tersebut dibiarkan begitu saja selama sekitar satu abad, dan kemudian muncullah pembangunan tempat parkir.
Tyrannosaurus rex (T-Rex) dikenal sebagai predator puncak paling menakutkan di era dinosaurus. Rahangnya yang luar biasa kuat membuatnya seolah tak terkalahkan.
Fosil-fosil ini memperlihatkan segregasi usia telur dan anak-anak ditemukan di satu area, sedangkan individu yang lebih tua berada di area lain yang dianggap sebagai tanda perilaku
Selama puluhan tahun, dinosaurus masih menyimpan banyak misteri bagi para ilmuwan hingga pertanyaan bagaimana sebenarnya dinosaurus berkembang biak atau kawin.
Burung purba memiliki keunggulan dalam pola makan. Paruh tanpa gigi memungkinkan mereka memakan biji-bijian dan sumber makanan sederhana yang masih tersedia.
Jejak-jejak dinosaurus tersebut membentang hingga ratusan meter di sebuah dinding gunung di Lembah Fraele.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved