Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SAYUR adalah bagian dari tumbuhan seperti daun, batang, buah, umbi, atau bunga yang dapat dimakan dan biasanya diolah sebagai makanan pendamping atau utama, baik dalam keadaan mentah maupun dimasak.
Sayur termasuk bahan pangan nabati yang kaya vitamin, mineral, serat, dan air, sehingga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh.
Sayuran kaya akan serat, yang membantu memperlancar buang air besar dan mencegah sembelit. Jika tubuh kekurangan sayur, sisa makanan sulit dicerna sehingga menyebabkan sembelit, perut kembung, dan wasir.
Sayuran mengandung air alami yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kurang sayur bisa membuat tubuh lebih mudah haus, lemas, dan kekurangan cairan terutama di cuaca panas.
Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kangkung mengandung antioksidan dan kalium yang menurunkan tekanan darah serta kadar kolesterol jahat. Jika jarang makan sayur, risiko terkena hipertensi dan penyakit jantung akan meningkat.
Sayur adalah sumber penting vitamin A, C, K, dan folat, serta mineral seperti zat besi dan magnesium. Tanpa sayur, tubuh bisa mengalami penurunan daya tahan, kulit kusam, dan mudah lelah.
Vitamin C dan antioksidan dari sayuran memperkuat sistem imun. Jika jarang makan sayur, tubuh akan lebih mudah terkena flu, infeksi, atau penyakit lain.
Kandungan antioksidan dan vitamin dari sayur membantu regenerasi sel kulit dan rambut. Kekurangannya dapat menyebabkan kulit kering, kusam, jerawatan, serta rambut mudah rontok.
Sayur hijau mengandung asam folat dan zat besi yang penting untuk sirkulasi darah ke otak. Kurang asupan ini dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi, cepat lelah, dan mood tidak stabil.
Sayuran rendah kalori tetapi tinggi serat, sehingga membantu merasa kenyang lebih lama. Tanpa sayur, seseorang cenderung makan berlebihan dan berisiko mengalami obesitas atau gangguan metabolisme.
Kurang makan sayur bisa berdampak pada pencernaan, imunitas, kulit, hingga fungsi organ vital. Disarankan untuk mengonsumsi minimal 3 sampai 5 porsi sayur setiap hari agar tubuh tetap sehat dan seimbang. (Z-4)
Modifikasi penggunaan bumbu untuk menurunkan kandungan natrium, dengan cara penggunaan bumbu dapur untuk mengurangi penggunaan bumbu bubuk mi instan.
KETUA Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Doddy Izwardy, menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pola makan sehat.
Sayur biasanya dikonsumsi dalam keadaan segar, dimasak, direbus, dikukus, ditumis, atau dijadikan lalapan, dan berperan penting dalam pola makan sehat.
Kacang merah mengandung serat pangan tingkat tinggi, pati resisten dan protein, tetapi kadar lipid dan gula yang rendah.
Menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan mengurangi asupan karbohidrat dan lemak dan meningkatkan jumlah sayur dan buah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved