Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dianggap sebagai langkah strategis dalam memperluas kesetaraan akses pendidikan sekaligus memperbaiki status gizi anak-anak Indonesia. Akademisi Universitas Cipta Mandiri, Aceh, Riska Riani, menilai pemenuhan gizi di usia emas (golden age) merupakan faktor fundamental dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia.
“Intervensi gizi pada masa tumbuh kembang awal menjadi pondasi utama bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (7/10).
Ia menegaskan bahwa program MBG bukan hanya kebijakan penyediaan makanan gratis, melainkan bentuk investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.
“Asupan gizi yang cukup membentuk dasar kecerdasan anak. Program ini membuka kesempatan yang sama bagi siswa di kota maupun pelosok untuk tumbuh sehat dan berprestasi,” katanya.
Riska menjelaskan, asupan nutrisi yang seimbang berpengaruh langsung terhadap kemampuan kognitif, konsentrasi belajar, dan daya tahan tubuh anak, yang semuanya berdampak pada capaian akademik.
Program MBG yang mulai dilaksanakan pada awal 2025 telah menunjukkan hasil konkret di sejumlah daerah, termasuk Aceh. Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Banda Aceh, sebanyak 3.478 porsi makanan bergizi telah disalurkan ke 13 sekolah dari jenjang TK hingga SMA, serta kepada ibu hamil, menyusui, dan balita. Sementara di Aceh Barat, program ini telah menjangkau 1.360 siswa di bawah binaan Kementerian Agama, sedangkan di Aceh Timur, distribusi perdana mencapai 3.497 paket makanan di delapan sekolah dengan pengawasan langsung aparat TNI untuk menjamin kualitas dan ketepatan distribusi.
“Masyarakat Aceh sangat merasakan manfaatnya. Banyak orang tua terbantu, dan pelaksanaan di lapangan berjalan baik,” ujar Riska.
Secara nasional, pemerintah mencatat lebih dari 3 juta penerima manfaat MBG hingga kuartal pertama 2025, dengan target peningkatan menjadi 15 juta penerima di akhir tahun dan 82,9 juta penerima pada 2029.
“Angka tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah membangun generasi Indonesia yang sehat dan tangguh melalui kebijakan berbasis gizi dan pendidikan,” tambahnya.
Riska menilai, dalam jangka panjang program MBG mampu memperkuat pemerataan akses pendidikan dengan mengurangi hambatan ekonomi dan memastikan setiap anak mendapat gizi seimbang.
“Banyak anak di pelosok memiliki potensi besar, tetapi terhambat kondisi ekonomi. MBG membantu mengurangi beban keluarga sekaligus menjamin asupan gizi anak di sekolah,” tuturnya.
Meski demikian, Riska mengingatkan pentingnya pengawasan mutu dan kebersihan dapur penyedia makanan. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang terus melakukan evaluasi rutin untuk memastikan keberlanjutan program berjalan efektif.
“Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan mutu pelaksanaan. Jika pengawasan diperkuat, dampak program ini akan semakin besar bagi kemajuan pendidikan nasional,” tegasnya.
Ia juga menilai bahwa MBG sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana peningkatan kualitas manusia menjadi prioritas pembangunan nasional.
“Ketika anak-anak dari Aceh hingga Papua memperoleh gizi yang sama baiknya, mereka akan punya kesempatan yang sama untuk berprestasi,” jelasnya.
Riska menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa MBG bukan sekadar makan siang gratis, melainkan bentuk nyata keadilan sosial di bidang pendidikan.
“Pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat membangun bangsa dari dapur sekolah. Ini adalah investasi besar untuk melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (E-3)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
PT Geo Mining Berkah (GMB), perusahaan konsultan pertambangan, memperkuat perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor tambang.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berlangsung hampir satu tahun dinilai membawa perubahan besar bagi arah pembangunan nasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, menekankan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) bukan hanya tenaga kerja, melainkan juga duta bangsa.
Sepanjang tahun 2025, NBRI mencatat sejumlah capaian strategis, antara lain penguatan kapasitas SDM nasional melalui program pelatihan, Battery School, dan industrial training.
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia menggelar Indonesia Productivity Summit 2025 pada 12 Desember 2025 di JIEXPO Convention Center and Theater.
Sejak 1990-an, ekonomi global telah bergeser dari berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis pengetahuan. Namun, kualitas modal manusia Indonesia masih tertinggal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved