Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan akan menjalani perintah sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto terkait penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) termasuk isu moratorium karena rentetan kasus keracunan MBG.
"Terkait dengan kegiatan MBG, saya tetap diperintahkan oleh Pak Presiden untuk melakukan percepatan-percepatan karena banyak anak, banyak orang tua yang menantikan terkait kapan menerima MBG," kata Dadan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/10).
"Di luar perintah itu saya tetap melaksanakan, kecuali nanti Pak Presiden mengeluarkan perintah lain," sambungnya.
Selain itu, ia juga membahas mengenai dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah, untuk sementara diberhentikan dulu karena ada kejadian yang memang harus dianalisis dan diinvestigasi sehingga akan tahu sebetulnya apa yang terjadi di tempat tersebut.
"Sekaligus juga kita merupakan aspek kehati-hatian karena ketika kita sudah melakukan kegiatan dan ada masalah, biasanya akan ada datang tuntutannya. Seperti contoh yang sudah saya contohkan di Nusa Tenggara Timur (NTT)," ujar dia.
Ia menceritakan ada satu kejadian di NTT, satu SMP dihentikan begitu ada kejadian dan 10 hari kemudian ternyata di SMP itu mengalami keracunan yang bukan dari MBG. Ini salah satu aspek untuk kehati-hatian terkait dengan hal tersebut.
Selain melakukan diinvestigasi dan menganalisis perbaikan, Dadan menyebut ada perbaikan fasilitas dan lain-lain, juga sambil memitigasi kepada atau melakukan kegiatan-kegiatan kepada para penerima manfaat.
"Oleh sebab itu, maka SPPG yang bersangkutan, baik itu SPPG maupun mitranya, harus melakukan pendekatan-pendekatan terkait dengan trauma yang muncul di masyarakat," pungkasnya. (H-3)
BGN menargetkan peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi (MBG) pada 2026 melalui penerapan akreditasi dan sertifikasi bagi seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) agar menekankan pentingnya tidak terlalu memaksakan diri atau ngoyo dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi kembali diluncurkan hari ini di sekolah-sekolah pada 2026.
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa di awal tahun ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mencapai 19.800 unit.
BGN menargetkan peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi (MBG) pada 2026 melalui penerapan akreditasi dan sertifikasi bagi seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
DI retret Hambalang, Presiden Prabowo Subianto menuturkan, program MBG menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah untuk menjawab persoalan gizi anak dan kemiskinan struktural.
Naiknya CBP menjadi 4 juta ton karena produksi di tahun depan diperkirakan meningkat ketimbang tahun ini.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
DPR menyampaikan dukungan penuh terhadap kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur sekolah.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved