Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT jantung hingga kini masih tercatat sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, baik di negara maju maupun berkembang. Di Indonesia, prevalensi kasus penyakit jantung terus meningkat dari tahun ke tahun.
Selain faktor risiko klasik seperti merokok, obesitas, kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes melitus, dan stres, penelitian terbaru mengungkap adanya kaitan antara infeksi kronis pada gigi dengan penyakit jantung. Peradangan akibat infeksi gigi dapat memicu gangguan serius, mulai dari penyakit jantung koroner hingga peradangan otot dan katup jantung.
Endokarditis adalah infeksi serius pada lapisan dalam jantung (endokardium), termasuk katup jantung. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh bakteri atau, lebih jarang, jamur yang memasuki aliran darah dan kemudian menginfeksi area jantung yang rusak atau cacat.
Endokarditis dapat menimbulkan gumpalan bakteri (vegetasi) pada katup jantung atau area lain di dalam jantung. Vegetasi ini bisa merusak katup, menyebabkan kebocoran, dan mengganggu aliran darah normal.
Potongan kecil vegetasi bahkan dapat terlepas, menyebar ke organ lain, dan menyebabkan komplikasi berbahaya seperti stroke atau kerusakan organ.
Endokarditis terjadi akibat mikroorganisme yang masuk ke aliran darah dan menempel pada katup jantung, lalu berkembang biak dan memicu infeksi. Kondisi ini sering ditemukan pada penderita penyakit jantung bawaan (kongenital), dengan area infeksi meliputi katup jantung, dinding ventrikel, septum, maupun arteri besar.
Dahulu, kasus ini lebih banyak disebabkan oleh bakteri sehingga dikenal sebagai endokarditis bakterial. Namun kini, infeksi juga bisa dipicu oleh jamur, virus, atau mikroorganisme lain.
Kuman dapat masuk ke dalam darah melalui aktivitas sehari-hari, seperti menyikat gigi, maupun prosedur medis seperti operasi gigi, kateterisasi, atau penggunaan jarum suntik.
Teori fokal infeksi menjelaskan bahwa penyakit dari gigi bisa menyebar ke organ lain, termasuk jantung. Infeksi kronis pada gigi atau gusi memungkinkan racun dan bakteri masuk ke aliran darah lalu menyerang organ yang rentan, seperti katup atau otot jantung.
Sumber infeksi di mulut yang berpotensi menjadi pemicu antara lain gigi dengan saluran akar terinfeksi, abses, kista, granuloma, hingga peradangan jaringan periodontal. Perawatan seperti pembersihan karang gigi, perawatan saluran akar, atau terapi periodontal sangat penting dilakukan.
Namun, prosedur kedokteran gigi tertentu seperti pencabutan gigi juga dapat memicu endokarditis, terutama pada pasien berisiko tinggi. Karena itu, perawatan gigi harus dilakukan dengan hati-hati bagi mereka yang memiliki riwayat atau kelainan jantung.
Menurut panduan American Heart Association Endocarditis Committee (2007), pasien dengan kelainan jantung dianjurkan mendapat antibiotik profilaksis sebelum tindakan dental tertentu, khususnya yang melibatkan jaringan periodontal. Antibiotik dosis tunggal satu jam sebelum tindakan juga disarankan untuk pasien dengan riwayat endokarditis, kelainan katup jantung, transplantasi jantung, atau kelainan jantung bawaan.
Gejala endokarditis bisa muncul cepat (akut) dalam hitungan hari atau perlahan (subakut) dalam beberapa minggu hingga bulan. Tanda-tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
Pencegahan dapat dimulai dari menjaga kesehatan gigi dan mulut:
Bagi penderita penyakit jantung atau yang pernah mengalami endokarditis, pemeriksaan rutin ke dokter spesialis jantung sangat disarankan untuk mencegah kekambuhan. (RS Pondok Indah/Z-10)
Pedoman diet terbaru AS memicu perdebatan sengit. Ahli kardiologi peringatkan risiko lemak jenuh dan daging merah dalam piramida makanan "terbalik" Trump.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
PET/CT dan SPECT/CT adalah teknologi nuklir canggih yang memungkinkan deteksi dini sel kanker dengan akurasi tinggi dan aman bagi pasien.
Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, bahkan melebihi kanker. Meski demikian, gejalanya sering tidak disadari karena muncul dengan tanda-tanda yang halus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved