Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, bahkan melebihi kanker. Meski demikian, gejalanya sering tidak disadari karena muncul dengan tanda-tanda yang halus.
Banyak orang mengira rasa tidak nyaman yang muncul hanya akibat kelelahan, gangguan pencernaan, atau stres biasa, padahal itu dapat menjadi sinyal adanya masalah pada jantung.
Ahli jantung dari National Heart Clinic, Dan Augustine, menyebutkan terdapat tiga gejala utama penyakit jantung, yaitu nyeri dada, sesak napas, dan detak jantung tidak teratur. Namun, banyak pasien justru tidak menunjukkan gejala klasik tersebut.
“Banyak orang merasa cepat lelah atau mengalami nyeri di bagian tubuh lain, padahal hal itu dapat menjadi tanda penyakit jantung yang berkembang secara perlahan selama bertahun-tahun,” jelas Prof. Augustine.
Ruth Goss, perawat senior di British Heart Foundation, sering menemui pasien yang datang terlambat ke rumah sakit karena mengira keluhan mereka hanya gangguan pencernaan. “Saya sering mendengar pasien berkata, ‘Saya kira hanya sakit maag,’ tetapi setelah diperiksa, ternyata mereka telah mengalami serangan jantung,” ujarnya.
Berikut adalah beberapa gejala halus lainnya yang sering diabaikan dan tidak disangka-sangka sebagai tanda-tanda penyakit jantung:
Rasa sakit yang menjalar tanpa sebab jelas dapat menandakan gangguan aliran darah ke jantung.
Tanda ini juga perlu diwaspadai. Rasa seperti ditarik atau keram pada betis saat berjalan dapat menjadi tanda penyakit arteri perifer, yaitu penyempitan pembuluh darah yang berkaitan dengan jantung dan sirkulasi tubuh.
Tekanan atau rasa sesak di tenggorokan sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, tetapi dapat menjadi pertanda masalah jantung.
Keringat berlebihan atau dingin saat sedang beristirahat dapat menunjukkan jantung tidak memompa darah dengan baik.
Pingsan bisa menjadi satu-satunya tanda gangguan irama jantung yang berpotensi memicu henti jantung mendadak.
Jika tubuh terasa sangat lelah tanpa alasan jelas atau napas menjadi pendek saat melakukan aktivitas ringan, hal ini dapat menandakan jantung bekerja ekstra keras untuk memompa darah.
Pembengkakan ini terjadi akibat adanya penumpukan cairan karena jantung tidak memompa darah dengan efektif, sering terjadi pada gagal jantung.
Pusing atau kepala terasa ringan bisa disebabkan jantung tidak memompa cukup darah ke otak.
Perubahan warna kulit bisa menjadi pertanda adanya gangguan sirkulasi akibat masalah jantung. juga dapat menjadi pertanda gangguan jantung.
Nyeri perut yang datang dan pergi dapat berasal dari nyeri di sekitar jantung, mengingat letak jantung yang berdekatan dengan lambung dan kerongkongan.
Perlu diketahui jika gejala-gejala di atas dapat menyerupai masalah kesehatan lain, maka sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila muncul perubahan tubuh yang tidak biasa.
Kesadaran untuk mengenali tanda-tanda halus ini merupakan langkah awal dalam menjaga kesehatan jantung. Serangan jantung tidak selalu muncul dengan nyeri dada dramatis seperti di film, tetapi dapat berkembang secara perlahan melalui gejala kecil yang sering diabaikan. Dengan menyadari gejala lebih awal, peluang untuk mencegah dan menangani penyakit jantung menjadi lebih besar. (The Telegraph/Z-10)
Menurut Oliver Guttman, konsultan kardiologi di The Wellington Hospital, London, ada empat tanda penting yang bisa muncul jauh sebelum kondisi menjadi kritis.
Apakah Anda merasa nyeri dada saat dikejar deadline atau sedang stres? Jangan abaikan gejala ini, karena bisa jadi ini adalah sinyal dari tubuh yang sedang mengingatkan.
Nyeri dada bisa disebabkan karena kurang pemanasan sebelum berolahraga, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan disarankan untuk berhenti sejenak dan mengamati nyerinya.
Nyeri dada merupakan kondisi ketika bagian dada terasa nyeri seperti tertusuk, perih, atau tertekan. Rasa sakit ini dapat muncul di sisi kanan, kiri, maupun bagian tengah dada.
Nyeri dada sering kali dikira sebagai gejala asam lambung naik (GERD). Padahal, bisa jadi itu tanda awal serangan jantung koroner. Meski gejalanya serupa, risikonya sangat berbeda.
Journal of the American Heart Association mengungkapkan fakta mengejutkan: sindrom "patah hati" atau kardiomiopati takotsubo justru lebih mematikan bagi pria.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved