Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan telah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (27/9) malam. Pertemuan itu menyusul Kejadian Luar Biasa (KLB) tentang banyaknya perisitiwa keracunan dari penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Sudah bertemu semalam," ujarnya saat dikonfirmasi mengenai rencana presiden yang akan memanggil Kepala BGN dan pejabatnya, Minggu (28/9).
Namun Dadan enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai pembahasan dalam pertemuan yang dilakukan tersebut. Dia hanya menyampaikan akan memberikan keterangan pers secara resmi kepada publik.
Adapun pemerintah bakal menyelenggarakan konferensi pers mengenai penanggulangan KLB pada program MBG pada Minggu (28/9) pukul 14.00 WIB. Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kepala Staf Kepresidenan, Kepala BPOM, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, dan Kepala BGN dijadwalkan bakal memberikan penjelasan.
"(Penjelasan) akan ada press release," tandas Dadan.
Sebelumnya diketahui, Presiden Prabowo bakal memanggil Kepala BGN dan pejabat terkait untuk membahas mengenai KLB pada program MBG. Hal itu disampaikan Kepala Negara saat tiba di Landasan Udara Halim Perdana Kusuma setelah melawat ke empat negara.
"Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal. Tapi saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik, harus waspada jangan sampai ini dipolitisasi," kata Prabowo.
"Tujuan makan bergizi adalah untuk anak anak kita, yang sering sulit makan, mungkin kita kita ini makan lumayan, mereka itu makan hanya nasi pakai garam, ini yang harus kita atasi," pungkasnya. (P-4)
Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan Program MBG tidak hanya berdampak pada sektor pangan, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat dan membuka peluang kerja baru.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, peraturan presiden (perpres) mengenai tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Perpres MBG telah selesai
Berbagai kasus keracunan MBG menuai sorotan publik. Dadan mengatakan terhadap kondisi itu, dia hadir di rapat Komisi IX DPR untuk mendengar masukan tata kelola MBG.
Selain itu, air untuk mencuci diminta diberikan saringan. Hal itu disampaikan Dadan karena menyoroti SPPG tidak memiliki sanitasi yang baik.
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengataka keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipicu oleh pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) SPPG
Hingga saat ini mega proyek MBG ini sudah berjalan 1 tahun 2 bulan. Dan target penerima manfaatnya 82,9 juta yang terdiri dari ibu hamil, menyusui, anak balita.
Hal itu ditegaskan Dadan dalam konperensi pers khusus program MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibuluh 1, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/2).
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan Program MBG tidak hanya berdampak pada sektor pangan, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat dan membuka peluang kerja baru.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut Rp32,1 triliun telah dicairkan untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, dorong PDB dan UMKM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved