Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Taruna Ikrar, menegaskan BPOM sebagai salah satu lembaga negara yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap mendukung secara penuh pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Bagi Badan POM, program MBG merupakan prioritas Bapak Presiden, Badan POM sebagai pembantu Presiden, tentu kita akan men-support secara maksimal pelayanan program MBG ini,” ujar Taruna Ikrar dalam keterangannya hari ini.
Pihaknya tidak menepis bahwa sejumlah kasus kejadian luar biasa (KLB) seperti keracunan dalam pelaksanaan program MBG masih terjadi di sejumlah daerah. Untuk itu, Badan POM disebutnya akan melakukan evaluasi dan pembenahan.
“Ada hal-hal yang terjadi, mengalami kejadian yang belum sesuai dengan yang kita harapkan, ya kita perbaiki, memperbaiki diri. Saya kira gitu ya,” jelasnya.
Menyikapi berbagai persoalan MBG, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan permohonan maaf.
"Kami atas namanya pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional (BGN) memohon maaf karena telah terjadi kembali beberapa kasus di beberapa daerah," ujar Prasetyo.
Dia menegaskan peristiwa keracunan pada program MBG yang dialami sejumlah siswa tidak pernah diharapkan dan bukan kesengajaan. Dia menyebut seluruh kejadian keracunan itu akan menjadi bahan catatan dan evaluasi pemerintah.
"Ini menjadi bahan evaluasi dan catatan kami telah berkoordinasi dengan BGN," bebernya.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyampaikan BGN membentuk tim investigasi khusus untuk menangani soal kasus dugaan keracunan MBG di beberapa daerah.
"Saya akan membentuk tim investigasi dugaan keracunan dan tim di bidang menu makanan atau dapur," jelas Nanik.
Nanik menjelaskan tim investigasi akan bertugas di dua bidang, yakni menangani dugaan keracunan dan memeriksa menu makanan serta kondisi dapur. Tim investigasi ini terdiri dari ahli kimia, farmasi, hingga tenaga ahli profesi pendidikan kesehatan.
Dia berharap keberadaan tim ini dapat memilah antara fakta dan hoaks yang berkaitan dengan isu keracunan MBG.
"Tim investigasi dalam minggu ini kami akan buat, dan segera turun," ungkap Nanik.
Mengenai payung hukum, Nanik juga menyatakan Peraturan Presiden tentang Program MBG akan diteken setelah Presiden Prabowo Subianto pulang dari New York, Amerika Serikat.
Nanik menyebut draf aturan tersebut sudah rampung.
"Tinggal menunggu tanda tangan Presiden. Insyaallah beliau pulang dari New York, Amerika Serikat, akan ditandatangani," pungkasnya.(H-2)
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (kanan) meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara.
Kepala BGN Dadan Hindayana melaporkan program MBG menjangkau 55,1 juta siswa dengan klaim sukses 99,99%. Namun, Komisi IX DPR menyoroti temuan serius terkait menu berpengawet dan susu impor.
Dosen FKKMK UGM Digna Niken Purwaningrum menilai edukasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) krusial untuk menekan angka obesitas anak yang terus meningkat.
Badan Gizi Nasional menegaskan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan saat libur sekolah bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tanpa paksaan kepada siswa.
BGN memperketat SOP Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menetapkan kebijakan baru bahwa pengantaran makanan hanya diperbolehkan sampai di luar pagar sekolah.
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved