Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BIDANG Ilmiah Unit Kerja Koordinasi (UKK) Alergi Imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Endah Citraresmi menjelaskan alergi makanan pada anak bisa juga membaik atau toleran seiring anak tumbuh dewasa.
"Beruntungnya sebagian alergi makanan tidak menetap hingga dewasa. Sebagian ada yang bisa membaik atau toleran pada usia yang lebih besar," kata Citra dalam diskusi media, Selasa (16/9).
Diketahui alergi makanan terjadi ketika adanya respon tubuh yang tidak menyenangkan atau disebut Adverse Food Reaction (AFR) bisa berupa terjadi sesak nafas, bentol pada kulit, atau bentuk respon lainnya.
Ia menyebutkan yang paling sering adalah alergi saluran pencernaan seperti menceret (diare) atau BAB darah biasanya dimasa bayi dan sangat dimenegerti karena terkait imanuritas saluran cerna yang tidak bisa memproses alergen makanan tersebut.
Salah satu kunci alergi pada makanan yakni ketika memakan makanan yang sama timbul reaksi yang tidak menyenangkan.
Alergi makanan tersering pada anak yang sebabkan keluhan seperti susu, telur, dan gandum. Sementara anak dengan usia yang lebih besar banyak juga mengalami alergi pada kacang, legum, tree nuts, dan crustacean shellfish.
"Untuk alergi-alergi yang bisa toleran secara rutin akan melakukan evaluasi dengan melakukan provokasi masih ada gejalanya, tentu uji dengan provokasi harus sesuai dengan petunjuk dokter," ujar dia.
Untuk sebagian alergi lainnya bisa menetap yang sangat dipengaruhi oleh jenis makanan.
Susu sapi, telur, dan gandum termasuk makanan yang kemungkinan bisa toleran meskipun ada juga yang tidak. Tetapi kalau kacang tanah, ikan, dan seafood mungkin tidak toleran meski anak bertambah besar tetap akan positif.
"Sehingga dokter akan memilah jika makanan yang bisa terjadi toleran akan dilakukan evaluasi setiap 6-12 bulan sekali. Tetapi untuk yang kacang tanah kemudian seafood biasanya kita lebih lama 2 tahun baru kita coba lagi kita evaluasi lagi," ungkapnya.
Untuk usianya berbeda-beda tetapi mayoritas toleransi terjadi di usia satu tahun ke atas. Kemudian mayoritas 80% anak alergi susu sapi di 5 tahun itu sebenarnya sudah toleran demikian pula telur. Tetapi kacang tanah segala macam biasanya sampai dewasa.
Dampak alergi makanan bisa menimbulkan reaksi hingga mengancam jiwa (anafilaksis). Risiko anafilaksis tergantung dari alergen makanan tertentu seperti kacang, tree nuts ikan (shellfish). (Z-1)
Studi JAMA Pediatrics mengungkap 1 dari 20 anak berisiko alergi makanan pada usia 6 tahun. Faktor genetik, lingkungan, hingga pola makan awal jadi pemicu utama.
"Langkah paling penting dalam pertolongan pertama adalah mengganti cairan dan elektrolit yang hilang untuk mencegah dehidrasi,”
KETUA Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak (UKK ETIA) IDAI, Dr Yogi Prawira menjelaskan terdapat perbedaan antara alergi dan keracunan makanan.
Karena gejalanya sering terjadi saat anak berada di rumah, orang tua memegang peran penting dalam mendeteksi dini kemungkinan alergi makanan.
"Selang 15 menit, lalu meminta ke kamar karena badan tambah panas, 10 menit kemudian baby Sulthan muntah-muntah sepanjang malam."
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved