Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITIAN terbaru dalam bidang terapi kanker membuka jalan baru dengan memanfaatkan genetik dan cahaya sebagai senjata utama untuk menghancurkan sel kanker. Salah satu terobosan yang menarik perhatian dunia medis adalah teknologi gen yang dapat mengubah sinar (atau cahaya internal) menjadi pemicu kematian sel kanker secara selektif.
Artikel ini mengupas bagaimana sinar matahari atau cahaya digunakan untuk membunuh sel kanker melalui pendekatan genetika dan fototerapi.
Terapi gen berbasis cahaya menggabungkan rekayasa genetik dan aktivasi cahaya, baik alami seperti sinar matahari maupun buatan, untuk memicu proses apoptosis (bunuh diri sel kanker) tanpa merusak jaringan sehat.
Salah satu inovasi mutakhir adalah sistem mLumiOpto atau Mitochondrial Luminoptogenetics, yang menggunakan dua gen utama:
Gen ini menghasilkan cahaya biru internal dalam sel, seperti kunang-kunang.
Protein sensitif cahaya biru. Saat aktif, ia merusak mitokondria sel kanker dan memicu kematian sel.
Cahaya diproduksi dari dalam sel kanker itu sendiri — sehingga sistem ini tidak memerlukan sinar dari luar tubuh.
Selain pendekatan genetik, terapi lain seperti Photodynamic Therapy (PDT) secara langsung menggunakan sinar matahari atau cahaya buatan untuk mengaktifkan obat fotosensitizer.
Contoh zat aktif: Photofrin, Temoporfin, Motexafin lutetium.
| Fitur | Terapi Gen Cahaya (mLumiOpto) | PDT (Fotodinamik) |
|---|---|---|
| Sumber Cahaya | Cahaya internal dari luciferase | Sinar matahari / cahaya buatan |
| Target | Sel kanker spesifik | Sel kanker dengan fotosensitizer |
| Efek Samping | Minimal | Rendah, lokal |
| Status Riset | Praklinis (uji tikus) | Klinis terbatas |
| Jenis Kanker | Glioblastoma, kanker payudara TNBC | Kulit, paru, esofagus, dll |
Teknologi seperti mLumiOpto menunjukkan harapan besar untuk masa depan terapi kanker yang lebih aman dan selektif. Di sisi lain, PDT sudah mulai digunakan secara klinis untuk beberapa jenis kanker permukaan.
Keuntungan teknologi ini meliputi:
Gen yang dapat mengubah sinar matahari atau cahaya menjadi pembunuh kanker merupakan inovasi medis yang berpotensi merevolusi pengobatan kanker. Baik melalui terapi gen seperti mLumiOpto maupun pendekatan fotodinamik, cahaya kini dipandang sebagai alat terapi yang cerdas, efektif, dan minim efek samping.
Dengan terus berkembangnya riset ini, masa depan pengobatan kanker mungkin akan lebih cerah — secara harfiah dan harapan hidup. (Z-10)
Penelitian besar Mayo Clinic menemukan pedoman skrining genetik saat ini gagal mengidentifikasi hampir 90% penderita familial hypercholesterolemia.
Penelitian genom dua perempuan Takarkori ungkap garis keturunan Afrika Utara purba dan pola migrasi manusia Sahara 7.000 tahun lalu.
Kehamilan adalah proses alami yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga genetik. Beberapa kondisi kehamilan ternyata bisa diturunkan dari keluarga.
DUNIA kecantikan selalu berkembang dengan berbagai metode yang mengakomodasi kebutuhan tubuh. Salah satunya adalah Prossi Gene, metode diet yang menggunakan analisa genetik.
Cara yang lebih tepat untuk menjelaskannya adalah, teka-teki membantu menunda timbulnya dan memburuknya gejala demensia.
Temuan ini mengindikasikan bahwa varian gen tertentu yang cukup umum di masyarakat dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terserang ME/CFS.
Penelitian mengungkap bahwa cahaya-cahaya misterius di langit yang terekam lebih dari 70 tahun lalu kemungkinan memiliki kaitan dengan uji coba senjata nuklir.
Kejadian ini terdeteksi melalui proyek Public Baseline, yang dipimpin oleh Kusch.
Lampu pintar terbaru hadir dengan teknologi sinkronisasi real-time, membuat tontonan, gaming, hingga karaoke lebih imersif layaknya bioskop di rumah.
Para peneliti menganalisis data dari 88. 905 orang dewasa yang menggunakan sensor pada pergelangan tangan untuk memantau paparan cahaya selama seminggu
Mengapa luar angkasa tampak gelap meskipun Matahari bersinar terang dan miliaran bintang menghuni jagat raya? Pertanyaan ini menjadi topik menarik yang sering dicari di Google.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved