Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM ilmuwan dari Universitas Kumamoto, Jepang, berhasil menemukan elemen genetik tersembunyi dalam virus leukemia sel T manusia tipe 1 (HTLV-1) yang memungkinkan virus ini tetap “bersembunyi” di dalam tubuh selama puluhan tahun tanpa terdeteksi sistem imun. Temuan ini membuka peluang pengembangan terapi revolusioner, tak hanya untuk HTLV-1, tetapi juga untuk virus mematikan lainnya seperti HIV.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Microbiology pada 13 Mei 2025, para peneliti mengidentifikasi unsur genetik yang berfungsi sebagai “peredam” aktivitas virus atau genetic silencer. Elemen ini menjaga HTLV-1 dalam kondisi laten, tidak aktif dan tersembunyi di dalam genom inang, sehingga luput dari pantauan sistem kekebalan.
HTLV-1 adalah retrovirus penyebab kanker yang dapat memicu leukemia atau limfoma sel T dewasa (ATL), penyakit yang sangat agresif dan berpotensi fatal. Meski sebagian besar penderitanya tidak menunjukkan gejala, sebagian kecil bisa mengalami komplikasi serius. Keberhasilan virus dalam bertahan lama di tubuh manusia terletak pada kemampuannya untuk tetap diam dan tidak aktif.
Dipimpin Profesor Yorifumi Satou dari Joint Research Center for Human Retrovirus, tim ini menemukan salah satu bagian dari genom HTLV-1 berperan penting dalam membungkam ekspresi gen virus. Bagian ini merekrut faktor transkripsi inang, terutama kompleks RUNX1, untuk menekan aktivitas virus. Ketika elemen tersebut dihapus atau dimodifikasi, virus menjadi lebih aktif dan mudah dikenali oleh sistem imun dalam model laboratorium.
Lebih mengejutkan lagi, ketika elemen silencer HTLV-1 dimasukkan ke dalam genom HIV-1, virus penyebab AIDS, hasilnya menunjukkan HIV menjadi kurang aktif dan lebih tersembunyi. Ini menunjukkan potensi luar biasa untuk mengembangkan pendekatan terapi baru dengan meniru mekanisme silencer ini.
"Ini pertama kalinya kami menemukan mekanisme bawaan yang memungkinkan virus leukemia manusia mengatur kamuflasenya sendiri," ungkap Prof. Satou. "Strategi ini sangat cerdas secara evolusioner. Sekarang setelah kita memahaminya, kita mungkin bisa memanfaatkannya untuk melawan virus itu sendiri."
Penemuan ini menjadi harapan baru, khususnya bagi daerah endemik HTLV-1 seperti di Jepang bagian barat daya, dan memberikan dasar kuat untuk pengembangan terapi bagi infeksi retrovirus lainnya yang masih menjadi tantangan global hingga saat ini. (Science Daily/Z-2)
Penelitian besar Mayo Clinic menemukan pedoman skrining genetik saat ini gagal mengidentifikasi hampir 90% penderita familial hypercholesterolemia.
Penelitian genom dua perempuan Takarkori ungkap garis keturunan Afrika Utara purba dan pola migrasi manusia Sahara 7.000 tahun lalu.
Kehamilan adalah proses alami yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga genetik. Beberapa kondisi kehamilan ternyata bisa diturunkan dari keluarga.
DUNIA kecantikan selalu berkembang dengan berbagai metode yang mengakomodasi kebutuhan tubuh. Salah satunya adalah Prossi Gene, metode diet yang menggunakan analisa genetik.
Cara yang lebih tepat untuk menjelaskannya adalah, teka-teki membantu menunda timbulnya dan memburuknya gejala demensia.
Temuan ini mengindikasikan bahwa varian gen tertentu yang cukup umum di masyarakat dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terserang ME/CFS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved