Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak Amanda Soebadi mengatakan faktor genetik memegang peran penting sebagai penyebab anak mengalami autisme.
"Faktor genetik ini memang ternyata memegang peranan penting pada risiko relative autism (autisme level tiga atau berat)," ujar dokter spesialis anak lulusan FK Universitas Indonesia itu dalam webinar, Selasa (15/4).
Ia menjelaskan, saudara kandung sama ayah sama ibu dari seorang anak dengan kondisi gangguan spektrum autism (GSA) memiliki risiko 9 kali lebih besar dari anak dengan kondisi umum untuk mengalami autisme.
Sementara bila saudara kandung mengalami autisme klasik atau yang disebut dengan level tiga (berat), anak memiliki risiko yang lebih berat.
"Kalau dia hanya half sibling artinya sama ayah beda ibu atau sama ibu beda ayah tetap saja risiko dia meningkat 5 hingga 11 kali lipat," katanya.
Kemudian bila seseorang memiliki sepupu dengan gangguan autisme, seorang anak memiliki risiko mengalami autisme sebesar dua kali lipat dari populasi umum.
Meski genetik memegang peran penting dalam autisme pada anak, tidak ada penelitian yang mengukur risiko autisme pada anak dengan faktor
lingkungan yakni berbagai pola asuh atau parenting style yang berbeda.
Dia mengatakan pada anak autisme, orangtua kerap menjadi sosok yang disalahkan berbagai pihak terutama soal pola asuh.
"Memberi nilai parenting satu ke itu sangat sulit dan parenting style pada anak dengan karakteristik berbeda itu tidak sama," ujarnya pula.
Anak dengan risiko tinggi autisme cenderung memiliki ibu dengan pola asuh yang mengatur atau memberi instruksi dibanding merespons inisiatif dari anak, misalnya menyuruh anak mandi usai pulang sekolah kemudian melakukan beberapa hal setelahnya.
Sementara pola asuh anak secara responsif yakni menegosiasikan beberapa hal yang akan dilakukan anak dengan berdiskusi.
Meski demikian, menurutnya, pola asuh baik direktif dan responsif memang belum dapat disimpulkan secara pasti soal apakah autisme pada anak membuat orangtua cenderung mengambil sikap direktif atau sikap direktif orangtua merupakan faktor risiko autisme. (Ant/Z-1)
Penelitian besar Mayo Clinic menemukan pedoman skrining genetik saat ini gagal mengidentifikasi hampir 90% penderita familial hypercholesterolemia.
Penelitian genom dua perempuan Takarkori ungkap garis keturunan Afrika Utara purba dan pola migrasi manusia Sahara 7.000 tahun lalu.
Kehamilan adalah proses alami yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga genetik. Beberapa kondisi kehamilan ternyata bisa diturunkan dari keluarga.
DUNIA kecantikan selalu berkembang dengan berbagai metode yang mengakomodasi kebutuhan tubuh. Salah satunya adalah Prossi Gene, metode diet yang menggunakan analisa genetik.
Cara yang lebih tepat untuk menjelaskannya adalah, teka-teki membantu menunda timbulnya dan memburuknya gejala demensia.
Temuan ini mengindikasikan bahwa varian gen tertentu yang cukup umum di masyarakat dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terserang ME/CFS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved