Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 23 Juli 2025, dengan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Bibit Siklon Tropis 97e terpantau di Laut Filipina bagian timur, dengan kecepatan angin 20–25 knot dan tekanan udara antara 1.400–1.600 hPa. Sistem ini bergerak ke arah barat laut dan berpotensi menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, meski kemungkinannya masih tergolong rendah.
Sistem ini memicu pembentukan daerah perlambatan angin (konvergensi) di timur Filipina. Daerah konvergensi juga terpantau memanjang dari barat Sumatera Utara ke Selat Malaka, dari selatan Jawa ke Selat Sunda, dari Sulawesi Tenggara ke Kalimantan Timur, serta di NTT, Papua Tengah, dan Papua Barat.
Daerah pertemuan angin (konfluensi) terjadi di barat Sumatera, Laut Cina Selatan, dan Laut Andaman, meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah tersebut. Aktivitas gelombang atmosfer seperti gelombang Kelvin dan Equatorial Rossby juga memengaruhi cuaca, terutama di Jambi, Kalimantan Barat, dan NTT.
Akibat dinamika atmosfer ini, BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di berbagai wilayah, disertai angin kencang di Aceh, Bali, NTT, dan Sulawesi Utara.
Peringatan juga diberikan untuk potensi gelombang tinggi (2,5–4 meter) di beberapa wilayah perairan seperti:
BMKG juga mengimbau kewaspadaan terhadap banjir rob di wilayah:
Suhu maksimum di Medan, Pekanbaru, dan Jambi diperkirakan mencapai 33–34°C. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diminta berhati-hati terhadap risiko dehidrasi dan paparan panas ekstrem.
Untuk informasi cuaca terkini per jam, masyarakat dapat mengakses aplikasi Info BMKG yang tersedia di App Store dan Play Store, atau kunjungi bmkg.go.id serta media sosial resmi BMKG di @infoBMKG. (YouTube BMKG/Z-10)
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
Sejak Januari 2026, pusat-pusat tekanan rendah tersebut telah mulai terpantau di wilayah selatan Indonesia dan berkontribusi terhadap peningkatan intensitas hujan di sejumlah daerah.
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah pada 10 hari (dasarian) terakhir di Januari 2026.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia akan didominasi kondisi berawan hingga hujan dengan intensitas ringan pada 2 Januari 2026.
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) merilis prakiraan cuaca BMKG untuk Kamis, 1 Januari 2026.
Dalam laporan prakiraan cuaca BMKG, terpantau adanya cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia yang dipengaruhi oleh sistem atmosfer cukup kompleks, termasuk Bibit Siklon Tropis 91S
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk sejumlah wilayah di Indonesia, periode Selasa 9 Desember 2025.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk periode Minggu (7/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved