Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BERJALAN kaki dikenal sebagai olahraga ringan yang efektif dan mudah dilakukan. Tahukah Anda berjalan mundur atau retro walking, ternyata bisa memberikan manfaat yang tak kalah besar, bahkan unik, dibanding berjalan biasa?
Menurut Dr. Shane Davis, dokter spesialis kedokteran olahraga di Tufts Medical Center, berjalan mundur kini bukan hanya bagian dari terapi fisik, tetapi juga mulai menjadi tren kebugaran yang menjanjikan.
Berjalan mundur memaksa tubuh menggunakan otot secara berbeda. Otot-otot seperti quadriceps, hamstring, gluteus, fleksor pinggul, dan betis akan bekerja lebih intens dengan gaya “gerakan eksentrik”—di mana otot memanjang dalam kondisi menahan beban. Jenis gerakan ini terbukti dapat meningkatkan kekuatan otot secara signifikan.
Karena kita tak bisa melihat ke arah belakang, berjalan mundur melatih propriosepsi—kemampuan tubuh mengenali posisi dan gerakan di ruang. Ini membantu memperkuat otot penyeimbang di pergelangan kaki, lutut, dan pinggul, yang penting untuk mencegah jatuh dan meningkatkan performa olahraga.
Karena tidak efisien secara anatomi, berjalan mundur membuat tubuh bekerja lebih keras. Menurut American College of Sports Medicine, berjalan biasa setara dengan 3,5 METs (metabolic equivalent of task), sedangkan berjalan mundur mencapai 6 METs, yang artinya bisa membakar hampir dua kali lipat kalori.
Dalam studi tahun 2023, peserta yang berjalan mundur di treadmill selama 15 menit, empat kali seminggu, menunjukkan:
Berjalan mundur bukan hanya fisik, tapi juga tantangan kognitif. Studi dari UCLA dan jurnal Cognition (2019) menunjukkan aktivitas ini meningkatkan aktivitas otak, terutama bagian yang berperan dalam daya ingat, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah.
Berjalan mundur mengurangi tekanan pada sendi, karena distribusi beban tubuh berubah. Ini membantu menguatkan otot penstabil dan meningkatkan fleksibilitas sendi, menjadikannya latihan ideal bagi penderita nyeri lutut atau pinggul, menurut riset dari Health Science Reports.
Dengan menantang keseimbangan tubuh, retro walking otomatis mengaktifkan otot inti, termasuk otot-otot tulang belakang bawah. Studi dari Asian Pacific Journal of Health Sciences menunjukkan latihan ini dapat memperluas jangkauan gerak punggung bawah dan mengurangi nyeri secara signifikan.
Dr. Davis menyarankan untuk memulai di tempat yang aman seperti:
Meski bermanfaat, retro walking tidak disarankan untuk semua orang. Mereka yang memiliki gangguan keseimbangan, saraf, atau cedera serius sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau terapis fisik terlebih dahulu. Namun dalam banyak kasus, aktivitas ini justru bisa menjadi bagian dari proses pemulihan.
“Berjalan mundur bisa jadi latihan sederhana namun sangat berdampak bagi kesehatan tubuh dan otak,” kata Dr. Davis. (The Healty/Z-2)
Mereka meninggalkan Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk kembali ke daerah asal seperti Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, Pidie dan daerah lain termasuk berbagai provinsi lan hingga Pulau Jawa.
LIMA lelaki paruh baya asal Kabupaten Aceh Tengah, rela berjalan kaki sekitar 180 kilometer (km) dari Gayo untuk melihat keadaan putra/putri mereka di Pesantren Darul Munawarah, Pidie Jaya
Berjalan kaki sekitar 7.000 langkah setiap hari terbukti memberikan dampak besar bagi kesehatan dan memperpanjang harapan hidup.
Setiap langkah yang diambil saat berjalan kaki, mulai dari 60 detik hingga satu jam penuh, dapat memberikan dampak positif bagi tubuh.
Apakah kamu tahu bahwa kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki bisa menjadi senjata ampuh melawan kanker?
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
PADA Senin, 2 Februari 2026, dibentuk Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) sebagai forum koordinasi dan komunikasi nasional.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved