Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai belum menunjukkan efektivitas dalam menurunkan angka stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 angka stunting berada di 19,8 persen. Sementara pada hasil SSGI 2023, angka stunting di Indonesia 21,5 persen.
Ia mengatakan ada Peraturan Presiden (Perpres) 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting di Indonesia yang seharusnya dapat menjadi pendorong dalam menekan angka stunting.
"Penurunan stunting ini menunjukkan bahwa program-program intervensi, termasuk yang diatur dalam Perpres 72 Tahun 2021, belum berjalan secara efisien dan efektif," kata Edy dalam keterangannya, Rabu (2/7).
Menurut Edy, keberadaan Perpres 72 sudah tidak lagi memadai dalam menjawab tantangan masalah stunting saat ini. Politisi PDI Perjuangan itu menjabarkan, pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini menjadi tulang punggung kebijakan gizi nasional, tidak ada dalam Perpres tersebut.
Ia mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas Perpres tersebut, termasuk relevansinya dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto saat ini.
"Program BGN yang punya anggaran besar seharusnya menjadi ikon utama Presiden dan program prioritas nasional. Tapi kenyataannya, program ini belum memberikan dampak yang maksimal," ujarnya.
Intervensi stunting harusnya dilakukan sejak sebelum bayi itu lahir. Jika dilihat dari data, saat ini penerima MBG sudah 5.534.545 orang pada 25 Juni 2025. Untuk sasaran ibu hamil hanya 15.345 orang (0,28 persen) dan ibu menyusui 25.099 (0,45 persen). Memang yang terbesar adalah peseta didik yang mencapai 5.425.728 orang atau 98,03 persen dari sasaran penerima manfaat MBG. Sedangkan targetnya, ibu hamil yang mendapatkan MBG ada 259.078 orang dan ibu menyusui ada 3342.447 orang.
Data lainnya, angka bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) juga tinggi. Presiden Prabowo pada saat acara St Petersburg International Economic Forum 2025 menyatakan bayi lahir setiap tahunnya ada 5 juta. Rata-rata setiap tahun 12,47 persen bayi BBLR lahir atau sekitar 623.500 bayi. Maka intervensi pasca- kelahiran itu bisa dilakukan saat pemberian ASI.
“Intervensi stunting itu paling efektif pada 1000 hari pertama kehidupan atau sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Artinya intervensi MBG dilakukan pada ibu hamil dan menyusui jika ingin mengurangi angka stunting,” ucap Edy.
Ia mengusulkan agar ekosistem BGN difokuskan untuk menjawab langsung permasalahan stunting melalui reformulasi target sasaran. Tidak hanya itu, ia juga mengusulkan agar seluruh pemberian makanan tambahan yang bertujuan untuk intervensi gizi yang selama ini dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan Kemendukbangga dialihkan ke BGN. (H-4)
BGN selidiki dugaan keracunan 7 warga di Nabire usai konsumsi Makan Bergizi Gratis. Sampel dikirim ke Jayapura, SOP dapur diperketat.
Badan Gizi Nasional bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia meluncurkan program e-learning penyusunan laporan keuangan serta aplikasi pelaporan keuangan SPPG.
Sejumlah pakar dan hasil kajian sosiologi menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu memperkuat solidaritas dan semangat belajar siswa di sekolah.
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah II atau Pulau Jawa.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan program Sekolah Gratis menjadi prioritas utama. Lebih dari 60 ribu siswa di 801 sekolah swasta telah merasakan manfaatnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan 45.000 akun medsos SPPG unggah menu & harga Makan Bergizi Gratis setiap hari. Simak juga waspada modus penipuan dapur MBG.
Banyak yang salah kaprah! Dokter spesialis anak jelaskan perbedaan stunting dan stunted (pendek). Kenali penyebab gizi kronis vs faktor genetik di sini.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.
Selain penurunan angka stunting, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 64,28 persen balita peserta program mengalami perbaikan status gizi.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved