Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Gigi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Desandra Puspita menyarankan orangtua agar membawa anak ke dokter gigi setelah gigi pertama mereka tumbuh.
Hal itu diperlukan agar orangtua mendapatkan edukasi yang tepat dalam merawat gigi anak, sehingga pada masa mendatang gigi anak dapat terawat dengan baik dan terhindar dari gangguan pada gigi.
"Kalau bicara pencegahan itu otomatis sedini mungkin, jadi kalau dari awal gigi itu tumbuh, anak bisa sesegera mungkin kita konsultasi ke
dokter tujuannya yang pertama untuk evaluasi dan diberikan edukasi mengenai pencegahan gigi berlubang," kata Desandra, dikutip Senin (2/6).
Dengan konsultasi sejak dini di awal gigi tumbuh, kata dia, pencegahan gigi berlubang dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan manis dan menerapkan pola diet yang tepat.
Ia pun menyarankan, saat anak mengonsumsi menu makanan utama agar waktu jeda mengonsumsi makanan manis tidak terlalu jauh setelahnya, hal ini untuk mengurangi paparan asam dari makanan.
"Kita mau konsumsi makanan manis itu dekatkan (waktu) dengan makan utama supaya dalam sekali makan rongga mulut akan menjadi asam itu barengan, dibandingkan dengan dijeda. Maka akan asam lagi, asam lagi jadi sering terpapar asam," jelasnya.
Selain itu, orangtua juga disarankan untuk mengganti camilan manis menjadi camilan asin, serta menggunakan pasta gigi dengan kandungan fluoride untuk memperkuat gigi pada anak.
Hal lain adalah menjaga agar mulut tetap lembab dengan sering mengonsumsi air minum, sebab kondisi mulut kering mampu meningkatkan risiko gigi berlubang.
Lebih lanjut, dari cara menyikat gigi, disarankan selain menyikat gigi dua kali, diperlukan agar anak memahami cara yang tepat yakni dengan menggosok dengan membuat bulatan di gigi, gerakan menyapu dengan arah 45 derajat dari gusi dengan bantuan orangtua.
Gusi, katanya juga tidak boleh luput dari proses menggosok gigi, hal ini kotoran kerap menempel di gusi sehingga sebaiknya digosok.
Memastikan menggosok gigi pada semua bagian gigi juga menjadi hal yang sebaiknya dilakukan sehingga semua bagian gigi bersih secara merata selama minimal dua menit dengan menggunakan sikat gigi dengan bulu yang halus.
Lebih lanjut, ia juga menyarankan penggunaan dental floss atau benang dental usai menggosok gigi, hal ini agar memaksimalkan proses pembersihan.
Pembersihan dengan benang dental ini juga sebaiknya dibantu orangtua agar tidak melukai gusi atau gigi pada anak. (Ant/Z-1)
Ketiga masalah itu adalah ketidakharmonisan susunan gigi (maloklusi), gigi berlubang, serta masih rendahnya kesadaran akan perawatan gigi preventif secara rutin.
Bedah ortognatik merupakan prosedur korektif untuk menangani kelainan posisi rahang yang dapat memengaruhi fungsi mengunyah, berbicara, bernapas, serta estetika wajah.
Menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak.
Infeksi HIV/AIDS tak hanya berdampak sistemik, tetapi juga sering kali memunculkan gejala di rongga mulut yang dapat menjadi indikator awal infeksi.
Pembiaran bisa berpotensi menyebabkan pembengkakan gusi atau lubang semakin besar, dan pada akhirnya, kemungkinan terburuk adalah gigi harus dicabut.
Masyarakat cenderung menunda melakukan perawatan gigi karena kekhawatiran pada harga yang tidak pasti dan kurangnya informasi mengenai layanan yang dibutuhkan.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved