Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KESEHATAN jantung anak merupakan hal yang sangat penting dan menjadi prioritas utama bagi setiap orang tua. Orang tua pasti ingin memastikan anak-anak mereka tumbuh sehat, termasuk menjaga kesehatan jantung yang menjadi organ vital untuk memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh.
Namun, apabila fungsi jantung anak terganggu, aliran darah dan oksigen ke berbagai organ tubuh bisa terganggu, yang berpotensi membahayakan kesehatannya.
Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan pada anak-anak. Penyakit ini merujuk pada kelainan jantung yang sudah ada sejak lahir atau yang terdeteksi pada usia dini.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda kelainan jantung pada anak agar dapat segera mengambil tindakan medis yang tepat.
Berikut ini adalah 5 tanda-tanda kelainan jantung pada anak yang harus diperhatikan:
Pusing yang dialami anak, meskipun sering dianggap wajar bagi orang dewasa, harus menjadi perhatian khusus bagi anak-anak. Jika anak mengeluh pusing berlarut-larut atau tubuh terasa tidak seimbang, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Hal ini bisa menjadi tanda tekanan darah pada jantung menurun, yang mengganggu aliran darah yang optimal ke seluruh tubuh.
Pembengkakan pada kaki merupakan tanda yang sering diabaikan, padahal ini bisa menjadi indikasi jantung yang tidak memompa darah dengan efisien. Akibatnya, darah dapat menumpuk di pembuluh darah kaki, yang menyebabkan pembengkakan. Jika anak menunjukkan gejala ini, segera lakukan pemeriksaan medis.
Rasa lelah pada anak setelah beraktivitas memang biasa terjadi. Namun, jika anak merasa lelah yang tidak kunjung hilang meskipun telah beristirahat, ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada jantung. Kondisi ini perlu diperhatikan lebih lanjut, dan orang tua disarankan untuk segera membawa anak ke dokter.
Berkeringat adalah hal yang umum terjadi pada anak setelah beraktivitas fisik. Namun, jika anak berkeringat secara berlebihan tanpa melakukan aktivitas berat, ini bisa menjadi gejala Penyakit Jantung Bawaan (PJB). Orang tua perlu waspada dan memeriksakan anak ke dokter jika gejala ini terjadi.
Perubahan detak jantung pada anak biasanya terjadi setelah beraktivitas fisik seperti bermain atau berlari. Namun, jika detak jantung anak meningkat atau menurun tanpa alasan jelas, ini bisa menjadi tanda kelainan jantung yang serius. Segera periksakan kondisi anak ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Kelainan jantung pada anak dapat menyebabkan komplikasi yang serius jika tidak segera ditangani. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu waspada terhadap gejala-gejala yang mungkin menunjukkan adanya masalah pada jantung anak.
Jika Anda menemukan gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.(Halodoc/Kemenkes/Alodokter/Z-10)
Fenomena stroke di usia muda meningkat. Stres kronis, gaya hidup modern, dan tekanan emosional kini jadi faktor utama risiko stroke generasi produktif.
Anak yang baru lahir sering kali mengalami biru pada ujung jari dan beberapa organ tubuh lainnya, yang bisa menjadi tanda kelainan jantung.
Penelitian terbaru mengungkap tunas bambu (rebung) berpotensi menjadi superfood global yang ampuh mengontrol gula darah hingga kesehatan jantung.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa orang dewasa yang berjalan kaki dengan durasi lebih lama lebih dari 10 menit
untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko kematian, cara melakukan jalan kaki ternyata perlu diperhatikan.
Puding chia juga direkomendasikan karena biji chia diketahui berperan dalam menurunkan trigliserida dan kolesterol
Menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal rutin berolahraga dan menjauhi stres.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved