Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka memperingati Pekan Imunisasi Dunia 2025, Pemerintah Kota Bogor menyelenggarakan kegiatan vaksinasi bagi anak-anak. Sebanyak 2.081 dosis vaksin Hepatitis A dan PCV13 yang dipasok oleh PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) didistribusikan dalam kegiatan di Balai Kota Bogor, Mall Boxies, dan sejumlah sekolah itu.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyambut baik kolaborasi ini dan menyampaikan pentingnya menumbuhkan kesadaran untuk membangun generasi masa depan yang lebih sehat.
“Etana Biotechnologies ini kan tadi men-trigger, ya supaya timbul kesadaran dalam mereka. Kalau nggak dibangun kesadaran untuk suntik vaksin, hidup sehat, produktif, tentu nanti anak-anak kita nggak mampu bersaing karena dengan vaksin insyaallah kualitas hidup mereka lebih baik,” tegas Dedie.
Sementara itu, Director of Anti-iInfectious Business Unit Etana Indra Lamora menyampaikan kolaborasi ini merupakan penegaskan kembali komitmen Etana dalam mendukung program imunisasi nasional.
“Sebagai produsen vaksin, Etana berperan penting dalam menyediakan akses vaksin yang aman, efektif, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Sejalan dengan Pekan Imunisasi Nasional 2025, Etana menyediakan 1.081 dosis vaksin hepatitis A untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan 1.000 dosis vaksin PCV-13 untuk anak-anak usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK)” ujar Indra saat ditemui di lokasi acara di Balai Kota Bogor, Rabu (30/4).
Indra menjelaskan salah satu tantangan utama dalam memperluas cakupan imunisasi di Indonesia adalah masih rendahnya pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi.
Untuk itu, Etana berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Pemerintah, Lembaga Kesehatan, Lembaga Pendidikan, hingga Komite Olahraga Nasional Indonesia, serta pihak-pihak terkait lainnya guna meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat akan pentingnya imunisasi.
“Kami percaya masa depan kesehatan Indonesia akan lebih kuat melalui kolaborasi erat antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan,” ucap Indra.
Melalui kolaborasi ini, Etana juga berharap untuk dapat terus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian nasional, khususnya di bidang biofarmasi, dengan memproduksi produk biologi dan vaksin yang berkualitas tinggi, terjangkau dan inovatif.
Langkah ini merupakan wujud dukungan Etana kepada Pemerintah dalam mencapai ketahanan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi penyakit menular atau potensi pandemi di masa depan.
“Ke depannya, Etana akan terus berupaya untuk memproduksi vaksin dalam negeri, sebagai langkah strategis untuk membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor vaksin,” pungkas Indra. (Z-1)
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Difteri masih berbahaya dan bisa muncul diam-diam. Kenali gejala awal, cara penularan, dan risiko fatal penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Para orangtua diingatkan untuk mewaspadai penyakit umum selama masa liburan dengan melengkapi imunisasi, terutama penyakit respiratori.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved