Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KENTUT merupakan bagian alami tubuh untuk membuang gas. Tak jarang, seseorang yang kentut dan hal tersebut wajar. Namun, apabila bayi sering kentut, apakah normal?
Melansir dari situs platform parenting dan kesehatan anak, bayi yang kentut merupakan hal yang sangat wajar. Bayi sehat bisa kentut antara 13-21 kali per sehari.
Hal tersebut disebabkan karena sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan dan masih belum sepenuhnya matang. Oleh karena itu, bayi yang sering kentut merupakan hal normal apabila bayi tetap terlihat nyaman, tidak rewel berlebihan, hingga makan dan tidur dengan baik.
Terdapat beberapa penyebab mengapa bayi bisa sering kentut. Berikut beberapa penyebab umum yang membuat bayi sering kentut, seperti dilansir dari situs Tentang Anak.
Saat menyusu baik dari botol maupun dari payudara, bayi menelan udara. Hal tersebut terjadi lantaran posisi menyusu yang tidak tepat. Selain itu, karena dot botol yang terlalu cepat alirannya. Sehingga bayi pun menjadi sering kentut untuk membuang gas.
Bayi yang menangis berlebihan juga bisa menelan udara. Udara tersebut masuk ke saluran pencernaan dan memicu pembentukan gas.
Penyebab lainnya bayi sering kentut ialah sistem saluran cerna bayi yang masih belum sempurna sehingga masih belajar cara mencerna makanan dengan efisien. Hal tersebut menyebabkan gas lebih mudah terbentuk.
Alergi juga bisa menyebabkan bayi sering kentut. Sejumlah bayi bisa jadi sensitif pada susu tertentu atau makanan yang dikonsumsi oleh ibu yang menyusui, diantaranya produk susu atau makanan bergas.
Bagi yang kurang aktivitas fisik atau kurang aktif (yang belum bisa bergerak bebas) dan lebih banyak tidur cenderung mempunyai sistem pencernaan yang lebih lambat. Hal ini bisa menyebabkan gas mudah terperangkap, yang akhirnya membuat bayi sering kentut.
Itulah beberapa penyebab bayi sering kentut yang perlu diketahui orangtua. Pada dasarnya kentut adalah hal yang baik untuk kesehatan bayi, tetapi teap harus diperhatikan jika sudah terjadi dengan berlebihan karena bisa karena ada masalah kesehatan pencernaan. (H-3)
Peningkatan pengetahuan kesehatan bayi dinilai krusial bagi para ibu, terutama saat menghadapi flu atau gangguan pernapasan pada anak.
Penelitian Stanford Medicine membuktikan, mendengarkan suara ibu mempercepat perkembangan otak dan kemampuan bahasa bayi prematur tanpa efek samping.
Dr. David Hill mengungkap 5 perubahan utama dalam perawatan bayi. Panduan penting untuk orangtua baru.
Menurut banyak penelitian, paparan layar atau screen time terlalu dini justru dapat menimbulkan risiko jangka panjang bagi tumbuh kembang anak.
Berikut 5 hal yang bisa mengganggu kesehatan bayi tanpa disadari,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved