Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Panas dan Beban Tubuh Picu Pelepasan Zat Kimia pada Kasur Bayi

Thalatie K Yani
03/2/2026 10:12
Panas dan Beban Tubuh Picu Pelepasan Zat Kimia pada Kasur Bayi
Ilustrasi(freepik)

SEBUAH penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan mengenai lingkungan tidur bayi. Zat tambahan kimia yang umum ditemukan pada kasur bayi ternyata dapat berpindah ke udara tepat di area pernapasan anak saat mereka tidur. Paparan ini terakumulasi selama jam istirahat yang panjang, di fase saat tubuh anak masih dalam tahap perkembangan pesat.

Penelitian yang dipimpin Miriam L. Diamond, Ph.D., dari University of Toronto, mendokumentasikan bagaimana kasur bayi baru dari pengecer besar mengandung zat kimia baik pada inti busa maupun penutup luarnya. Temuan ini menunjukkan paparan tidak bergantung pada kerusakan atau usia kasur, karena produk baru pun sudah mulai melepaskan zat kimia selama penggunaan normal.

Suhu Tubuh dan Tekanan Meningkatkan Emisi

Penelitian ini mensimulasikan kondisi tidur bayi untuk melihat perubahan emisi. Hasilnya, panas kulit yang mendekati 37,8°C dan tekanan beban sekitar 7,7 kg terbukti meningkatkan pelepasan senyawa organik semi-volatil. Suhu tubuh mempercepat pergerakan molekul, sementara tekanan mendorong udara yang terperangkap keluar dari pori-busa.

Dalam kondisi ruangan biasa, peneliti mendeteksi 12 senyawa target. Namun, saat kondisi tidur disimulasikan, jumlah zat yang terdeteksi melonjak menjadi 21 senyawa. Ironisnya, keluarga tidak dapat mencium bau dari pelepasan ini, sehingga ketiadaan aroma bukan berarti produk tersebut aman.

Konsentrasi Zat Kimia di Area Tidur

Bayi dapat menghabiskan hingga 18 jam sehari di atas kasur. Karena boks bayi merupakan lingkungan mikro yang statis, udara yang hanya berjarak beberapa sentimeter dari busa bercampur lebih lambat dibandingkan udara ruangan.

"Kami sangat terkejut menemukan apa yang ada di dalam kasur-kasur tersebut," ujar Diamond.

Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi kimia tetap berada dekat dengan tempat tidur, sehingga ventilasi ruangan saja mungkin tidak cukup untuk menghilangkan paparan selama bayi tidur.

Bahaya Phthalates dan Bahan Penghambat Api

Penutup kasur ditemukan membawa berbagai zat tambahan, termasuk phthalates (pelenyap plastik) dan filter UV. Peneliti menemukan lima kasur melampaui batas regulasi 0,1% yang biasanya diterapkan pada mainan.

Pada bagian busa, ditemukan bahan penghambat api berupa ester organofosfat. Peneliti bahkan mendeteksi tris(2-chloroethyl) phosphate pada salah satu kasur, padahal zat tersebut dilarang di Kanada untuk produk busa anak-anak. Hal ini mengindikasikan adanya kegagalan produsen dalam memverifikasi bahan secara konsisten.

Dampak bagi Kesehatan Anak

Program Toksikologi Nasional AS mencatat di(2-ethylhexyl) phthalate sebagai zat yang diduga pemicu kanker pada manusia. Beberapa jenis phthalates juga dapat mengganggu sistem endokrin yang mengatur hormon pertumbuhan. Sebuah tinjauan tahun 2013 juga mengaitkan paparan zat tersebut dengan asma, efek reproduksi, dan perubahan perilaku pada anak.

Langkah Pencegahan bagi Orangtua

Karena produsen jarang mencantumkan daftar bahan secara lengkap, orangtua disarankan mengambil langkah mandiri untuk mengurangi paparan:

  • Bersihkan Debu Secara Rutin: Gunakan metode pembersihan basah (wet cleaning) dan rutin mencuci tangan.
  • Cuci Alas Tidur: Sering mencuci sprei dapat menghilangkan debu yang menjadi tempat menempelnya zat kimia ini.
  • Gunakan Lapisan Pelapis: Menambahkan lapisan kain yang dapat dicuci di atas kasur dapat membantu mengurangi kontak langsung.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology ini menekankan perlunya standar yang lebih ketat, label yang lebih jelas, dan pengujian kepatuhan rutin untuk melindungi konsumen, terutama pada produk kasur dengan harga yang lebih terjangkau. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya