Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU-isu krusial terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menjadi sorotan utama dalam Women Empowerment Conference yang digelar oleh PT Mustika Ratu Tbk dan Yayasan Putri Indonesia. Meskipun acara ini memiliki latar belakang yang kaya, diskusi yang berkembang menyoroti berbagai tantangan mendalam yang dihadapi oleh perempuan dan anak-anak di Indonesia, termasuk ketimpangan partisipasi serta meningkatnya angka kekerasan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choir, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak yang rentan. KemenPPPA menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak anak sebagai bagian dari tanggung jawab negara dan menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap nasib anak-anak yang berada dalam kondisi sulit.
Salah satu isu yang mendapat perhatian serius adalah kekerasan terhadap perempuan dan anak. KemenPPPA menyatakan bahwa kasus kekerasan ini telah mencapai tingkat darurat, baik kekerasan fisik, psikis, maupun seksual. Meningkatnya angka kekerasan menjadi tantangan besar yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia.
“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia sudah berada dalam kategori darurat. Kami mengajak berbagai pihak untuk bersinergi dalam mengatasi masalah ini,” ujar Arifatul Choir dengan tegas.
Dalam kesempatan yang sama, Arifatul berbagi pengalaman diskusi dengan Presiden Perempuan Tanzania, Samia Suluhu Hassan, yang menekankan pentingnya peran perempuan dalam politik. Meskipun Indonesia memiliki kuota 30% untuk keterwakilan perempuan di parlemen, realisasinya pada Pemilu 2024 baru mencapai 21,49%. Angka ini masih jauh dari Tanzania yang berhasil melebihi kuota dengan 36,7% keterwakilan perempuan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 yang dipresentasikan dalam konferensi ini menunjukkan ketimpangan yang mencolok dalam partisipasi perempuan di dunia kerja. Meskipun hampir separuh populasi Indonesia adalah perempuan, representasi mereka dalam sektor-sektor strategis dan pendidikan tinggi masih sangat terbatas. Meskipun Indeks Pembangunan Gender (IPG) Indonesia menunjukkan angka yang meningkat, hal ini belum mencerminkan kesetaraan yang seharusnya.
Dewan Pembina Yayasan Putri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani, menyoroti hasil riset ASEAN 2023 yang menunjukkan bahwa partisipasi perempuan Indonesia dalam dunia kerja berada di peringkat ketujuh terendah di antara negara-negara anggota ASEAN. Dengan angka 53,4%, Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara seperti Kamboja, yang mencatatkan angka partisipasi 78,9%. Ini mencerminkan adanya hambatan sistemik dan kultural yang menghalangi perempuan untuk lebih berkontribusi dalam perekonomian.
“Perempuan memegang peran sentral dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Konferensi ini bertujuan untuk membuka jalan, membangkitkan kesadaran, dan mengoptimalkan potensi perempuan Indonesia dalam membentuk masa depan bangsa,” kata Kusuma.
KemenPPPA menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar berbagai pihak untuk mengatasi isu-isu terkait perempuan dan anak. Program Ruang Bersama Indonesia adalah salah satu bentuk komitmen kementerian dalam menciptakan platform kolaborasi untuk memberdayakan perempuan dan melindungi anak-anak.
Konferensi ini tidak hanya berfungsi sebagai forum diskusi, tetapi juga menjadi katalisator untuk mendorong tindakan nyata dalam mewujudkan kesetaraan gender, meningkatkan partisipasi perempuan di berbagai sektor, serta memastikan perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.
Tantangan yang dihadapi bangsa ini memerlukan upaya kolektif yang solid dari seluruh komponen masyarakat. (Z-10)
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong peningkatan peran perempuan dalam penguatan ekonomi daerah melalui kerja sama strategis
Program ini merupakan ruang pertumbuhan bagi siapapun yang ingin membangun karier dengan tetap memiliki fleksibilitas dalam menjalani rutinitas.
Di tengah tekanan ekonomi, perempuan Indonesia bangkit melalui sektor UMKM. Program pendampingan terpadu terbukti mampu tingkatkan pendapatan hingga 45%.
Melalui sistem kemitraan tanpa modal dan tanpa jaminan, para ibu mendapatkan pelatihan rutin di Cimory Center, yang kerap mereka sebut sebagai “rumah kedua”.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan pada Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Surabaya.
Politik legislasi untuk membuat suatu aturan yang diharapkan menjadi implementasi CEDAW, perlu juga diiringi dengan politik anggaran sebagai pendampingnya.
Sejarah membuktikan bahwa perempuan Indonesia selalu berjuang dalam berbagai lini kehidupan.
Karena nyatanya lebih banyak laki-laki yang diterima bekerja di berbagai level, terutama sektor swasta.
IWAPI berkomitmen mendukung program pemerintah, termasuk kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto dalam memperkuat UMKM perempuan.
KETAHANAN keluarga disebut menjadi modal penting dan pedoman bagi setiap orang dalam menjalani kehidupan di era disrupsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved