Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WOMEN Empowerment Conference (WEC) 2025 akan digelar pada 14 April 2025 di Ballroom Westin Hotel, Jakarta. Hal itu diumumkan PT Mustika Ratu Tbk berkolaborasi dengan Yayasan Puteri Indonesia didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, bersama Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani, membuka acara ini.
Tiga sosok perempuan inspiratif turut hadir sebagai narasumber, yakni Deputi Kesetaraan Gender KemenPPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih, Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Kusuma Ida Anjani, serta Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2025, Melati Tedja, yang mewakili suara generasi muda perempuan Indonesia.
Konferensi ini mengusung tema Unlock Our Potential, Shaping the Future of Indonesia dengan tujuan memberdayakan perempuan dari berbagai latar belakang dan mendorong partisipasi aktif mereka dalam membentuk masa depan bangsa yang lebih inklusif dan setara.
Dalam sambutannya, Putri Kus Wisnu Wardani menyampaikan, “Yayasan Puteri Indonesia, sejak awal berdiri, memiliki misi yang kuat untuk menciptakan perempuan yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga peka terhadap lingkungan sosialnya.
"Melalui platform ini, kami berupaya memperluas pengaruh dan kebermanfaatan semangat Puteri Indonesia kepada perempuan dari berbagai latar belakang," lanjutnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarsektor untuk menciptakan ruang yang lebih luas bagi perempuan agar bisa berkembang, memimpin, dan terlibat dalam pengambilan keputusan strategis.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Mustika Ratu Tbk, Kusuma Ida Anjani, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk memajukan perempuan Indonesia.
“Dengan meneruskan semangat dan perjuangan Ibu BRA Mooryati Soedibyo, seorang tokoh perempuan yang menginspirasi, Mustika Ratu berkomitmen tidak hanya pada bisnis kecantikan, tetapi juga pada pemberdayaan perempuan. Kami mewujudkan ini melalui peningkatan kapasitas perempuan melalui berbagai pelatihan keterampilan di berbagai daerah di Indonesia. Mustika Ratu percaya bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan. Melalui konferensi ini, kami ingin membuka jalan, membuka pikiran, dan membuka potensi bagi perempuan Indonesia,” papar Kusuma Anjani.
Melati Tedja, sebagai wakil suara generasi muda, menyampaikan optimisme dan semangat untuk keterlibatan perempuan muda dalam agenda pemberdayaan.
Ia menekankan, “Pendidikan, budaya, dan kepercayaan diri adalah fondasi utama bagi perempuan muda agar dapat sejajar dan saling berkolaborasi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik. Saat ini, tantangan terbesar berasal dari diri kita sendiri dengan adanya media sosial, di mana sering kali kita membandingkan diri dengan pencapaian orang lain. Kita harus percaya pada potensi yang kita miliki; tidak ada gunanya memiliki pola pikir tersebut jika kita tidak mencari solusi. Langkah pertama adalah mengenali diri kita sendiri dan mengembangkan potensi kita untuk orang lain, agar dapat menginspirasi orang lain. ”
Langkah ini selaras dengan visi menyongsong Indonesia Emas 2045, saat investasi dalam pendidikan dan pemberdayaan generasi muda perempuan menjadi aspek krusial untuk memaksimalkan potensi bonus demografi.
WEC 2025 diharapkan dapat menjadi awal kolaborasi jangka panjang dalam memperjuangkan keadilan dan makna yang lebih besar bagi perempuan Indonesia, sehingga lebih banyak perempuan dapat berperan aktif, berkembang, dan ikut menentukan arah bangsa. (Z-1)
Konferensi ini mengusung tema “National Vision, Global Mission: Asta Cita in the Spirit of the SDGs.
Perhimpunan Jiwa Sehat (PJS) mendesak pemerintah mengakui penyandang disabilitas sebagai konstituen Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) di COP30, Brasil.
Konferensi ini adalah ruang dialog penting antara ilmu, iman, dan masa depan manusia.
Musik, film, dan konten digital kini tidak hanya menjadi ruang ekspresi juga berperan sebagai medium advokasi sosial.
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia secara resmi membuka perhelatan konferensi budaya internasional Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025.
Konferensi ini menjadi sarana strategis untuk mendorong sinergi lintas sektor dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan dan transformasi digital global.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan pada Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Surabaya.
Hari Ibu menjadi ruang refleksi atas peran perempuan yang kerap menjadi penopang utama keluarga sekaligus penggerak ekonomi di lingkup paling dasar, yaitu rumah tangga.
Shinergic resmi diluncurkan sebagai upaya mendukung perempuan Indonesia agar lebih berdaya secara finansial melalui pemanfaatan media sosial.
Keterbukaan informasi publik merupakan prasyarat penting agar potensi ekonomi perempuan dapat berkembang secara optimal.
Dalam mengembangkan bisnisnya, ia memberdayakan perempuan Indonesia untuk turut berkarya di perusahaan miliknya.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved