Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto resmi teken Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dalam Perlindungan Anak. Pengesahan itu dilaksanakan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
"Saya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengesahkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak," kata Prabowo di lokasi, Jumat (28/3).
Prabowo juga mengingatkan agar anak-anak tak terjerumus sisi negatif ruang digital. Mereka harus terus belajar karena anak-anak Indonesia memiliki masa depan cerah.
"Hati-hati semua anak-anak jangan ikut-ikutan hal-hal yang negatif kalian harus belajar yang baik masa depan anda cerah, masa depan Indonesia cerah dan ini semua kita di sini semua adalah untuk bekerja menyuapkan masa depan anak-anak yang lebih baik," ucap Prabowo.
Pada pengesahan itu, Prabowo mengundang sejumlah anak-anak dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kepala Negara juga menyempatkan untuk menyapa dan berinteraksi dengan para peserta didik.
Hadir juga dalam acara yaitu Menko PMK Pratikno, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkomdigi Meutya Hafid, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Menteri PPPA Arifatul Fauzi, dan Wamenkomdigi Nezar Patria. Lalu, Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya, serta Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi atau Kak Seto. (Fah/P-3)
Berbeda dengan WhatsApp dan Instagram, TikTok resmi menolak fitur enkripsi end-to-end (E2EE) dengan alasan keamanan anak di bawah umur dan akses penegak hukum.
Data Digital 2025 Global Overview Report mencatat bahwa masyarakat Indonesia usia 16 tahun ke atas menghabiskan rata-rata 7 jam 22 menit per hari di internet.
Fenomena oversharing, kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan di media sosial, menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pengguna.
Saat seseorang berada dalam puncak emosi, baik itu rasa senang yang meluap, kesedihan mendalam, hingga kemarahan yang memuncak, mereka cenderung menjadi lebih impulsif.
Stres menjadi WNI adalah fenomena yang dapat dialami oleh seseorang karena berbagai faktor, tidak semua orang juga mengalaminya.
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved