Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MEDIA sosial adalah platform digital yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi, berbagi informasi, dan berinteraksi dengan orang lain secara online.
Media sosial dapat berbentuk aplikasi atau situs web yang memfasilitasi berbagai aktivitas, seperti berbagi teks, gambar, video, hingga melakukan siaran langsung.
Terlalu sering menggunakan media sosial bisa menyebabkan kecanduan, mengurangi produktivitas, dan membuat sulit fokus pada aktivitas penting.
Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi, terutama karena perbandingan sosial dan tekanan untuk selalu tampil sempurna.
Banyak orang mengalami perundungan online, seperti komentar negatif, penghinaan, atau penyebaran informasi palsu yang merugikan mental korban.
Banyak platform media sosial mengumpulkan data pengguna, dan jika tidak berhati-hati, informasi pribadi bisa disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Informasi di media sosial seringkali tidak terverifikasi, sehingga hoaks atau berita palsu mudah menyebar dan menyebabkan kesalahpahaman di masyarakat.
Orang yang terlalu fokus pada media sosial sering kali mengabaikan komunikasi langsung dengan keluarga dan teman di dunia nyata.
Terlalu lama menatap layar dapat menyebabkan mata lelah, gangguan tidur, postur tubuh buruk, hingga masalah kesehatan lainnya.
Anak-anak dan remaja bisa tanpa sengaja mengakses konten tidak pantas, seperti kekerasan, pornografi, atau ujaran kebencian, yang dapat berdampak buruk pada perkembangan mereka.
Gunakan media sosial dengan bijak, batasi waktu penggunaan, dan selalu verifikasi informasi sebelum membagikannya. (Z-4)
KEBIJAKAN pembatasan media sosial bagi anak melalui Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 dinilai sebagai langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Aksi nyawer pengusaha di Pamekasan saat konser Valen Akbar viral di media sosial. Tradisi hiburan ini menuai pujian sekaligus kritik dari warganet.
Sebagai generasi pertama yang lahir di lingkungan digital sepenuhnya, platform seperti TikTok hingga YouTube telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian mereka.
IDAI mengingatkan bahaya media sosial bagi anak, mulai dari adiksi hingga cyberbullying. Orangtua diminta aktif mendampingi penggunaan digital.
Platform digital yang harus memblokir akun milik anak berusia di bawah 16 tahun, tahap pertama yaitu Youtube, TikTok, Facebook, Instagram, Thread, X (twitter), Bigo Live, dan Roblox.
Generasi Alpha (kelahiran 2010–2025) adalah generasi pertama yang terpapar lingkungan digital sejak lahir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved