Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG dan dosen Universitas Gadjah Mada Novi Poespita Chandra mengatakan remaja terlibat dalam tawuran yang kerap ada saat bulan Ramadan karena kurangnya kegiatan bermakna dan kesempatan waktu berkumpul lebih banyak.
"Misalnya mereka habis tarawih sampai menjelang sahur gitu, mereka karena mungkin tidak mengisi kegiatannya dengan kegiatan-kegiatan yang meaningful, maka mereka di situ ada ide nih, ada kesempatan mereka untuk melakukan kegiatan yang meaningful buat mereka yaitu salah satunya tawuran," kata Novi, Selasa (12/3).
Ia mengatakan, tawuran merupakan suatu pelampiasan yang dilakukan remaja karena kurangnya kegiatan yang bermakna pada keseharian mereka.
Remaja sering kali hanya melakukan rutinitas yang sama setiap hari seperti mengerjakan tugas di sekolah, sehingga kurang ada kegiatan yang memantik rasa empati.
Hal ini menyebabkan adanya perasaan bosan dan kelelahan kronis karena menjalani rutinitas yang sama sehingga menyebabkan munculnya kecemasan yang dikeluarkan otak amigdala, yang membuat remaja bersikap agresif atau mendorong melakukan kekerasan.
"Padahal manusia itu harusnya yang banyak bekerja itu adalah otak manusianya atau namanya prefrontal cortex. Tapi syaratnya otak prefrontal cortex itu bekerja, dia itu harus punya perasaan bahagia dan meaningful gitu," ucapnya.
"Nah mungkin menurut saya karena mereka kurang kegiatan-kegiatan yang membuat mereka punya meaning, akhirnya yang aktif adalah otak amigdala mereka untuk mengisi kekosongan, kebosanan, itu apa? 'Oh kita tawuran'," tambah Novi.
Novi juga menjelaskan tawuran dipilih sebagai pelampiasan kegiatan remaja karena kebutuhan ingin diakui keberadaannya dan menunjukkan bahwa
mereka kuat secara psikologis yang akhirnya menjadi permasalahan yang ada pada remaja untuk mendobrak rutinitas dan kebosanan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Novi menyarankan sekolah melakukan kegiatan positif dari rutinitas yang ada misalnya yang berkaitan dengan berpuasa atau interaksi sosial misal mengunjungi desa.
Hal ini akan membuat sebuah memori baru dan kegiatan yang berbeda namun tetap memunculkan rasa empati dan kebersamaan terlebih dalam memaknai bulan puasa.
Ia juga mengatakan para remaja bisa dilibatkan dalam kegiatan festival budaya yang menghibur di kala menunggu berbuka puasa yang akan memunculkan sisi kreatif remaja.
"Jadi mereka energinya dipakai untuk hal positif, nah sayangnya kita tidak cukup kreatif gitu ya untuk menciptakan momen-momen yang
meaningful itu di saat mereka tidak punya banyak kegiatan," kata Novi. (Ant/Z-1)
Pihak kepolisian mengimbau generasi muda di wilayah Bekasi agar tidak mudah terprovokasi melalui media sosial yang sering kali menjadi pemicu bentrokan fisik.
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
POLRES Metro Jakarta Barat menangkap ujuh remaja bersenjata tajam yang hendak tawuran di Jalan Kemanggisan Pulo, Palmerah, Minggu (11/1) sekitar pukul 04.00 WIB.
Pihak kepolisian sangat menyayangkan fakta bahwa mayoritas tersangka yang diamankan masih berstatus di bawah umur.
tawuran antar kelompok pelajar kembali terjadi di Jakarta Timur pada hari kedua masjk sekolah
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi soal aksi tawuran Manggarai, Jakarta Selatan, yang terjadi di awal tahun 2026.
Agar aturan gawai dapat berjalan efektif, orangtua perlu menerapkan pola asuh yang masuk akal dan kolaboratif.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Rangkaian acara Silatnas dirancang komprehensif, mencakup simposium, peluncuran program strategis, hingga kegiatan sosial.
Komunikasi yang aman dan terbuka diyakini mampu membentengi remaja dari risiko negatif fenomena yang tengah viral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved