Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
Psikolog klinis anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI), Vera Itabiliana Hadiwidjojo, melihat tawuran sebagai bagian dari kenakalan remaja semakin menjadi fenomena rutin dengan alasan yang relatif sama sejak dulu hingga sekarang.
"Ini semakin menjadi fenomena rutin dengan keparahan yang semakin mengerikan," ujar Vera melalui keterangan tertulis, Minggu (18/2).
Menurut Vera, ada dua faktor yang menjadi alasan para remaja melakukan tawuran, yakni internal dan eksternal. Faktor internal, jelasnya, adalah fungsi otak yang belum optimal dari remaja membuat mereka kurang dapat memikirkan konsekuensi jangka panjang. Mereka juga masih didominasi emosi dalam berperilaku atau mengambil keputusan.
Baca juga : Dua Warga Menteng Dibacok Remaja di Belakang SMP 8 Menteng
"Remaja ingin merasa menjadi bagian dari satu kelompok dan jika merasa diterima oleh kelompok tersebut maka remaja akan cenderung mengikuti nilai dari kelompok tersebut termasuk jika nilainya mengandung kekerasan," terangnya.
Sementara dari faktor eksternal, Vera mengatakan itu dipengaruhi tradisi tawuran di sekolah dan lingkungan. Sekolah yang dekat dengan lingkungan yang berisiko kekerasan, seperti pasar, terminal, tongkrongan geng, menjadi alasan para remaja melakukan tawuran.
Alasan eksternal lainnya termasuk tidak ada pengamanan atau pencegahan di lingkungan dan tidak ada wadah yang dapat menyalurkan energi mereka.
Baca juga : Kekerasan Anak Muncul dari Pola Asuh yang Rusak
Berbicara fenomena tawuran remaja masa kini, Vera menyoroti adanya peran media sosial yang dapat mengakomodir kebutuhan mereka, salah satunya menjadi perhatian banyak orang.
"Media sosial menjadi alat yang dapat mengakomodir kebutuhan remaja yang cenderung suka sensasi, ingin dianggap berani, rebel serta keren dan menjadi perhatian orang banyak," ungkapnya.
Awal tahun ini, tawuran remaja di Jakarta melibatkan massa yang terbagi dari dua kelompok di kolong jembatan layang (fylover) Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur. Mereka menggunakan senjata tajam seperti celurit dan parang saling menyerang sehingga menyebabkan seseorang terluka parah di bagian pergelangan tangannya.
Baca juga : Cegah Tawuran Saat Ramadan, Gerai Indomaret Diminta Batasi Jam Operasional
Polisi mengatakan media sosial (medsos) menjadi alat komunikasi untuk melakukan janji untuk bertemu. Polisi telah beberapa kali menggagalkan rencana tawuran, salah satunya pada Minggu (11/2). Saat itu, polisi menangkap delapan remaja bersenjata tajam yang hendak tawuran di Jalan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat. (Ant/Z-11)
Remaja yang aktif melaporkan kebaikan tercatat lima kali lebih empati, lima kali lebih prososial, dan hampir empat kali lebih tinggi dalam kemampuan memahami sudut pandang orang lain.
Sepeda motor hasil rampokan tersebut sempat dipasarkan melalui media sosial (marketplace) sebelum akhirnya berhasil disita polisi sebagai barang bukti.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Upaya pencegahan bunuh diri pada remaja dinilai perlu dimulai dari penguatan “jaring pengaman” di lingkungan terdekat, terutama sekolah dan keluarga.
Saat seseorang berada dalam puncak emosi, baik itu rasa senang yang meluap, kesedihan mendalam, hingga kemarahan yang memuncak, mereka cenderung menjadi lebih impulsif.
Psikolog klinis Anna Aulia mengungkap mengapa warga desa lebih cepat bangkit pascabencana banjir dibanding warga kota. Simak analisis daya tahan psikologisnya.
Psikolog klinis Anna Aulia ungkap efektivitas terapi seni (art therapy) dalam memulihkan kondisi psikologis anak korban bencana banjir di Aceh Tamiang.
MENANGGAPI kasus bunuh diri seorang anak SD di NTT, psikolog anak, Mira Damayanti Amir, mengatakan bahwa kondisi ini mungkin dapat disebabkan oleh learned helplessness, ini penjelsannya.
Stres sebenarnya tidak selalu membawa dampak negatif. Dalam kadar tertentu, stres justru diperlukan untuk menjaga performa kerja agar tetap optimal.
Paparan berita negatif berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental. Psikolog menjelaskan risiko vicarious trauma dan cara mencegahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved