Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Hipertensi selama ini banyak dikaitkan dengan kelompok usia lanjut. Namun, tren terbaru menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi semakin banyak menyerang kelompok usia muda, termasuk remaja dan individu yang berada dalam usia produktif. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena hipertensi sering disebut sebagai silent killer yang dapat menimbulkan komplikasi berbahaya seperti serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik.
Menurut data Riskesdas 2018, hanya 1 dari 3 pasien hipertensi yang mencapai target pengobatan, yang berarti banyak penderita hipertensi yang tidak menyadari kondisinya atau tidak mendapatkan perawatan yang memadai. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia menurun menjadi 30,8% dibandingkan dengan hasil Riskesdas 2018 (34,1%). Namun, tren peningkatan kasus hipertensi pada kelompok usia muda tetap menjadi perhatian.
Dokter Spesialis Saraf Eka Harmeiwaty menegaskan bahwa pengendalian tekanan darah sangat penting untuk menghindari komplikasi serius.
“Hipertensi yang tidak dikendalikan dengan baik dapat menyebabkan stroke, penyakit jantung koroner, gagal jantung, gagal ginjal, kebutaan, hingga kepikunan,” ujar Eka.
Faktor risiko hipertensi di generasi muda beragam, mulai dari faktor genetik hingga gaya hidup yang tidak sehat. Konsumsi makanan tinggi garam, kebiasaan merokok, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, serta stres yang tinggi menjadi pemicu utama peningkatan tekanan darah pada kelompok usia ini. Namun, hingga saat ini belum ada kebijakan pemerintah yang secara eksplisit melarang kebiasaan seperti merokok atau membatasi konsumsi garam berlebih secara efektif.
Hipertensi juga perlu dilihat dari aspek genomik. Penelitian menunjukkan bahwa 60,1% hipertensi berhubungan dengan faktor genetik, sementara sisanya dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidup. Dalam beberapa tahun terakhir, tes genomik semakin populer dalam dunia kesehatan sebagai salah satu inovasi untuk mendeteksi dini risiko hipertensi.
“Tes genomik dapat mengidentifikasi gen spesifik yang berhubungan dengan hipertensi, sehingga memungkinkan adanya upaya pencegahan dan pengobatan yang lebih personal,” kata Eka.
Pencegahan hipertensi sejak dini menjadi kunci utama dalam menekan angka kejadian penyakit ini di usia produktif. Dokter Spesialis Jantung Teguh AS Ranakusuma menekankan pentingnya pencegahan primordial, yaitu mencegah faktor risiko hipertensi sebelum tekanan darah mulai meningkat secara abnormal.
“Jika pencegahan primordial dilakukan sejak masa kanak-kanak, maka angka hipertensi pada usia dewasa muda bisa ditekan, bahkan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular,” jelasnya.
Namun, banyak anak muda yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi karena hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Gejala seperti sakit kepala, mudah lelah, nyeri dada, dan penglihatan buram baru muncul ketika tekanan darah sudah sangat tinggi atau terjadi komplikasi.
Hal ini berkaitan dengan konsep Rules of Halves, yaitu sekitar separuh penderita hipertensi tidak sadar bahwa mereka mengalami kondisi ini. Dari mereka yang terdiagnosis, sebagian tidak mendapatkan pengobatan, dan dari mereka yang menjalani pengobatan, hanya sebagian yang mencapai target kontrol tekanan darah yang optimal.
Mengingat semakin tingginya kasus hipertensi di usia muda, skrining tekanan darah rutin perlu digalakkan agar deteksi dini bisa dilakukan. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bisa menjadi solusi efektif dalam pengendalian hipertensi, namun perlu didukung oleh kebijakan yang lebih kuat di pelayanan primer. Selain itu, edukasi dan promosi gaya hidup sehat di kalangan anak muda harus terus ditingkatkan untuk menekan angka hipertensi di Indonesia. Dengan meningkatnya tren hipertensi pada anak muda, perubahan pola pikir dari pendekatan kuratif ke preventif menjadi sangat penting. Jika sejak dini anak muda sudah menerapkan gaya hidup sehat, menghindari faktor risiko utama, serta rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah, maka dampak jangka panjang dari hipertensi bisa diminimalkan.
"Pencegahan dan pengelolaan hipertensi yang baik akan meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi beban penyakit di masa depan," pungkas dia. (E-3)
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Roberto Carlos memberikan kabar terbaru terkait kondisi kesehatannya. Mantan bintang Real Madrid ini membantah rumor serangan jantung dan fokus pada pemulihan.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
Menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal rutin berolahraga dan menjauhi stres.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Kita jarang membayangkan bahwa kondisi yang mengancam jiwa, seperti serangan jantung atau stroke, bisa terjadi pada diri sendiri.
Makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan kolesterol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kenali jenis makanan yang perlu dibatasi demi jantung sehat.
Apple Watch resmi mendapat persetujuan regulator medis Australia untuk mengaktifkan fitur deteksi hipertensi. Meski demikian, Apple belum mengumumkan jadwal peluncurannya.
Penelitian terhadap lebih dari 200.000 orang menemukan nyeri kronis, depresi, dan peradangan saling berkaitan dan dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Penelitian di jurnal The Lancet Child and Adolescent Health menemukan kasus tekanan darah tinggi pada anak dan remaja meningkat hampir dua kali lipat sejak 2000.
Kehamilan adalah proses alami yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga genetik. Beberapa kondisi kehamilan ternyata bisa diturunkan dari keluarga.
Makan yang sehat sangat penting untuk mengelola tekanan darah, baik melalui pengaruh langsung terhadap sistem peredaran darah, maupun dengan membantu kontrol berat badan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved