Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SARIAWAN adalah luka kecil yang muncul di dalam mulut, bibir, gusi, atau lidah yang menyebabkan rasa nyeri dan perih, terutama saat makan atau minum.
Dalam istilah medis, sariawan dikenal sebagai stomatitis aftosa. Sariawan di bibir bisa sangat mengganggu, terutama saat makan atau berbicara.
Luka akibat tergigit, menyikat gigi terlalu keras, atau memakai kawat gigi bisa menyebabkan sariawan.
Kurangnya vitamin B12, zat besi, atau asam folat bisa memicu sariawan.
Stres berlebihan dapat melemahkan sistem imun, meningkatkan risiko sariawan.
Makanan asam, pedas, atau alergi terhadap makanan tertentu bisa menyebabkan iritasi pada bibir.
Infeksi virus seperti herpes oral atau bakteri tertentu bisa memicu luka di bibir.
Penyakit seperti lupus atau Behçet’s disease dapat menyebabkan sariawan berulang.
Wanita lebih rentan terkena sariawan saat menstruasi atau kehamilan karena perubahan hormon.
Kurang produksi air liur membuat mulut lebih rentan terhadap luka dan infeksi.
Makanan atau minuman yang terlalu panas dapat melukai bibir dan memicu sariawan.
Jika sariawan tidak sembuh dalam dua minggu atau semakin parah, segera konsultasikan ke dokter. (Z-4)
Sariawan biasanya berbentuk bulat atau oval, berwarna putih atau kekuningan dengan tepi kemerahan, dan terasa perih atau nyeri, terutama saat makan dan berbicara.
Jika sariawan lebih dari dua minggu tidak sembuh, ukurannya sangat besar, sering kambuh atau disertai demam atau nyeri hebat segeralah periksa ke dokter.
Sariawan sering dipicu kekurangan vitamin, stres, atau iritasi makanan. Umumnya ringan dan sembuh sendiri, tapi bisa jadi tanda gangguan kesehatan jika sering kambuh.
Luka di mulut yang tak sembuh dalam 2 minggu bisa jadi gejala kanker mulut. Kenali perbedaan sariawan dan kanker sejak dini untuk cegah risiko fatal.
Sariawan bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti luka karena gigitan, iritasi makanan, infeksi virus, kekurangan vitamin, atau stres.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved