Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMPLIKASI pada kasus demam berdarah dengue (DBD) sangat rentan menyebabkan kematian. Komplikasi DBD umumnya terjadi akibat terlambatnya penanganan dan menyebabkan pasien mengalami Dengue Shock Syndrome (DSS).
Dengue Shock Syndrome adalah komplikasi berat dari DBD yang dapat menyebabkan syok dan kematian dengan cepat. Kondisi itu terjadi akibat adanya gangguan pembuluh darah, penurunan sel darah putih, dan trombosit secara drastis.
Pasien DBD yang mengalami Dengue Shock Syndrome membutuhkan penanganan cepat dan intensif, umumnya pasien akan dirawat di ICU agar bisa terpantau dengan lebih ketat sebelum kondisinya membaik.
Kegagalan organ
Hipotensi
Penggumpalan darah
Perdarahan
Kekurangan oksigen (hipoksia)
Kejang
Kerusakan hati, jantung, otak, dan paru-paru
Dengue Shock Syndrome umumnya terjadi pada anak-anak, karena umumnya anak-anak lebih sulit untuk menjalani perawatan dengan sangat ketat. Penanganan DBD pada anak juga kerap terlambat akibat anak-anak yang belum bisa secara spesifik menjelaskan keluhan yang dirasakan.
Selain anak, orang yang berisiko tinggi mengalami Dengue Shock Syndrome adalah mereka yang terinfeksi DBD kedua atau tiga kali. Itu karena pada DBD, infeksi kedua dan seterusnya yang diakibatkan oleh strain virus berbeda umumnya memiliki gejala yang lebih berat.
Seperti diketahui, DBD disebabkan oleh empat strain virus dengue, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Seluruhnya ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.
Penanganan segera, berupa pertolongan pertama agar tidak menyebabkan kerusakan organ, bahkan kematian
Pemeriksaan laboratorium, USG abdomen, dan rontgen
Pemberian cairan menggunakan berat badan ideal pasien
Perawatan di ruangan intensif seperti ICU atau PICU.
(H-3)
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap bahaya demam berdarah melalui aksi nyata berbasis komunitas.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya petugas kesehatan dan beberapa puskesmas harus terlibat menggerakan masyarakat supaya lingkungan bersih.
Pada Januari dilaporkan terjadi 54 kasus DBD. Jumlahnya turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap bahaya demam berdarah melalui aksi nyata berbasis komunitas.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya petugas kesehatan dan beberapa puskesmas harus terlibat menggerakan masyarakat supaya lingkungan bersih.
Kementerian Kesehatan menerapkan teknologi Wolbachia untuk menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved