Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat di Indonesia sejak 2024. Kasus DBD ini mulai menyerang dari kalangan usia, baik anak-anak hingga orang dewasa.
DBD adalah penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan penderitanya mengalami demam tinggi selama beberapa hari. Penderita perlu memaspadai kondisi ini, terutama demam berdarah sudah mulai turun.
Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2024, terdapat sekitar 210.644 kasus DBD dengan 1.239 kematian. Komplikasi DBD dapat mengakibatkan kerusakan organ, seperti hati, jantung, dan paru-paru.
Menanggapi fenomena ini, Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Sulistiawati dr M Kes turut memberikan pandangannya. Menurutnya, peningkatan kasus DBD erat kaitannya dengan faktor lingkungan dan kondisi iklim yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, sebagai faktor utama penyebaran virus dengue.
“Nyamuk ini lebih suka bertelur di air bersih, bukan air kotor. Oleh karena itu, kita harus waspada pada kondisi-kondisi iklim, karena salah satu faktor risiko yang memudahkan penyebaran penyakit ini adalah keberadaan nyamuk. Jika tempat berkembang biak nyamuk semakin mendukung, maka penyebaran virus akan lebih cepat,” ujar Sulistiawati.
Guna mencegah penyebaran DBD, tidak cukup bergantung pada upaya individu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat secara kolektif. Program 3M Plus (menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air, serta upaya tambahan seperti menanam tanaman pengusir nyamuk dan menggunakan kelambu) tetap menjadi strategi utama dalam pengendalian nyamuk.
“Jika program 3M Plus dilakukan secara rutin dan kompak oleh seluruh masyarakat, maka kasus DBD dapat ditekan. Namun, jika hanya sebagian yang menjalankan, maka efektifitasnya berkurang,” sambung Sulistiawati.
Sulistiawati juga menyoroti terkait pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala awal DBD agar dapat segera tertangani. Karena tidak semua orang akan mengalami gejala yang sama.
“Ada yang hanya merasa lemas, ada yang demam tinggi, dan ada yang mengalami perdarahan hingga syok,” ujarnya. Selain mengonsumsi obat penurun panas, ia juga menekankan pentingnya menjaga cairan tubuh dengan rutin mengkonsumsi air putih, guna mencegah dehidrasi. (UNAIR/Kemenkes/Z-3)
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Baterai kertas umumnya menggunakan substrat berbasis selulosa, yakni kertas, sebagai struktur utama yang digabung dengan material elektroda dan elektrolit yang aman serta mudah terurai.
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Peserta diajak meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian Bumi dari ancaman seperti polusi, perubahan iklim, dan menurunnya kualitas sumber daya alam.
Selain memberikan dampak lingkungan dan sosial, inovas ini menghasilkan dampak ekonomi signifikan dan terukur bagi masyarakat Desa Kedungturi.
Informasi iklim memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan masyarakat.
Faktor-faktor ini berdampak pada banyak spesies yang hidup di habitat berpasir, mengurangi kesempatan bagi sektor pariwisata dan perikanan, serta meningkatan ancaman
Kolaborasi dengan Indonesia menjadi bukti nyata bahwa aksi iklim yang ambisius dapat berjalan seiring dengan kemajuan ekonomi.
Bangunan berperan besar dalam isu perubahan iklim, dengan kontribusi hampir 40% terhadap emisi karbon global.
Penelitian terbaru mengungkap gletser sementara mendinginkan udara sekitarnya, namun efek ini akan puncak dalam dua dekade ke depan.
Lagu tersebut bercerita tentang monster besar yang sesungguhnya adalah senjata pemusnah. Ironinya, senjata itu justru dirakit oleh manusia sendiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved