Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TAK lama lagi, umat Islam akan menyambut bulan Ramadhan dan menjalani ibadah puasa. Hampir semua umat Islam ingin berpuasa di bulan suci Ramadhan, termasuk bagi penderita penyakit jantung. Namun, apakah penderita penyakit jantung diperbolehkan berpuasa?
Sebenarnya tidak ada larangan berpuasa untuk penderita penyakit jantung, tetapi tetap harus memperhatikan beberapa hal. Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah. dr. Bobby Arfhan Anwar, SpJP (K) menjelaskan tips berpuasa yang aman dan sehat bagi penderita penyakit jantung.
Konsultasi
Dr Bobby mengatakan ibadah puasa merupakan ibadah yang baik bagi semua pengidap penyakit jantung. "Akan tetapi ada satu hal yang penting Bapak Ibu lakukan (yaitu) konsultasikan dulu dengan dokter jantung Anda," ungkapnya, seperti dilansir dari situs Instagram pribadinya @dr.bobbyjantung.
Kondisi Prima
Selanjutnya ialah ketika berpuasa, pastikan kondisi sedang sehat dan prima. "Pastikan Bapak dan Ibu berada dalam kondisi yang prima untuk menjalani ibadah di bulan Ramadhan," kata dr Bobby.
Konsumsi Obat-obatan secara Teratur
Dr Bobby menuturkan penting untuk tetap mengonsumsi obat-obatan jantung secara teratur. "Jika ada obat-obat yang diminum 2 kali sehari, maka dikonsumsi pagi hari setelah sahur dan malam hari setelah berbuka puasa," jelas dr Bobby.
"Kalau seandainya ada obat yang diminum 3 kali sehari, konsultasikan dengan dokter jantung Anda untuk nanti diubah menjadi 2 kali 1. Tenang saja Bapak dan Ibu, ada obat yang nanti bisa diganti menyesuaikan dengan jadwal puasa kita," sambungnya.
Batasi Konsumsi Minuman Manis dan Asin
Orang yang punya penyakit hipertensi dan diabetes, dr Bobby menghimbau untuk membatasi konsumsi minuman atau makanan yang terlalu manis, apalagi yang asin.
"Karena ini semua bisa meningkatkan kadar gula darah kita dan juga tekanan darah. Dan jangan lupa konsumsi obat hipertensi dengan teratur," tutur dr Bobby.
Olahraga Teratur
Meski dalam keadaan berpuasa, dr Bobby mengatakan tetap usahakan untuk melaksanakan olahraga secara teratur.
"Yang dianjurkan Bapak dan Ibu adalah olahraga dengan intensitas yang ringan, misalkan jalan kaki 30 menit sehari," ujarnya.
"Kapan waktu yang terbaik? Waktu yang terbaik adalah di sore hari mendekati waktu berbuka puasa. Dan pastikan Bapak Ibu, di pagi hari pada saat sahur, Bapak Ibu mengonsumsi cairan yang cukup agar tidak dehidrasi pada saat olahraga nantinya," sambungnya. (H-2)
Terdapat tips yang dapat dilakukan oleh orang yang memiliki berbagai penyakit atau gangguan kesehatan paru dan pernapasan untuk menjalani ibadah puasa.
Ayat ini menegaskan tujuan utama puasa adalah takwa, yakni kesadaran moral spiritual yang melahirkan kepatuhan, kejujuran, dan tanggung jawab baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menegaskan bahwa pasien dengan gangguan irama jantung pada umumnya tetap dapat menjalankan puasa.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Mengabaikan aktivitas fisik sama sekali selama bulan Ramadan penuh dapat berdampak negatif pada tingkat kebugaran seseorang.
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved