Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERBANAS Institute resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MOA) dengan International Association of Certified Bankers (AICB) Malaysia. Kerja sama ini bertujuan memperkuat pengembangan pendidikan dan pelatihan di sektor perbankan dan keuangan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia dan Malaysia.
Kerja sama ini merupakan bentuk tindak lanjut atas diskusi yang sudah lama terjalin antara Perbanas Institute dengan AICB Malaysia.
Acara yang dihadiri oleh sekitar 100 undangan ini dilaksanakan di JS Luwansa Hotel Jakarta, Selasa (4/2).
Acara tersebut dihadiri oleh Rektor Perbanas Institute Prof Hermanto Siregar, Chief Executive AICB Edward Ling Agus Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK Edy Siregar, Director Growth and Strategic Partnershio AICB Farhan Zamri, Sekretaris Jenderal Perbanas Institute/Komisaris Bank Jago Anika Faisal, serta Direktur Eksekutif Perbanas Institute Dana Afriz..
Dalam sambutannya, rektor Perbanas Institute memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Perbanas Institute dengan AICB Malaysia, beberapa waktu lalu, di Malaysia.
Prof Hermanto Siregar juga menaruh harapan agar kerja sama kedua pihak akan mampu berkelanjutan dan menghasilkan pemimpin masa depan khususnya sektor keuangan, yang berintegritas, mumpuni, dan kompeten.
Penandatanganan MOA ini menjadi tonggak penting dalam mendorong kolaborasi internasional, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang penuh ketidakpastian.
Kolaborasi ini mencakup pengembangan program pelatihan, sertifikasi kompetensi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan kurikulum yang relevan untuk industri keuangan.
Acara puncak dari rangkaian penandatanganan MOA antara Perbanas Institute dengan AICB Malaysia yaitu talkshow yang membahas mengenai Kepemimpinan dalam masa volatilitas, yang dimoderatori oleh Ovalia Rukmana dengan narasumber Anika Faisal dan Fransiska Nelwan Mok.
Dalam pemaparannya, Anika Faisal, selaku Sekjen Perbanas Institute, sekaligus Komisaris Bank Jago, menyampaikan bahwa; “Kepemimpinan yang efektif tidak hanya tentang mengambil keputusan yang tepat, tetapi juga bagaimana membangun ketangguhan tim dalam menghadapi perubahan. Adaptasi dan fleksibilitas menjadi kunci untuk bertahan di tengah volatilitas ekonomi. Maka dari itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki integritas, memiliki value yang kuat, dan memiliki kemampuan untuk mendengarkan (listening) dan sekaligus memahami."
Selain kepemimpinan yang efektif, sertifikasi kompetensi kepemimpinan di dunia Perbankan juga tidak kalah penting. Seperti yang disampaikan Fransiska Nelwan Mok, Pengurus Bidang Pengembangan dan Kajian Ekonomi Perbankan Perbanas Institute, sekaligus Direktur Bank ICBC;
“Sertifikasi kompetensi adalah investasi jangka panjang untuk pengembangan karir. Di dunia perbankan yang terus berkembang, memiliki sertifikasi yang relevan menunjukkan komitmen terhadap keunggulan profesional dan kepemimpinan yang solid.” jelas Fransiska Nelwan Mok.
Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan peluang baru, seperti: meningkatkan kompetensi di bidang perbankan dan keuangan, memperkuat kolaborasi antar profesional, dosen, dan mahasiswa, serta mendukung pengembangan karir di sektor perbankan melalui sertifikasi internasional. (Z-1)
Mengusung tema Innovative Solutions From Young Generation for a Sustainable Future, para peserta ditantang memberikan solusi nyata berbasis riset terhadap isu-isu global.
Tengku Mohd Dzaraif mengatakan sebagian besar jamaah haji yang terlantar dijadwalkan pulang menggunakan penerbangan Malaysia Airlines.
Tim nasional futsal putri Indonesia bermain imbang 4-4 melawan Malaysia di Grup A Kejuaraan Futsal Putri ASEAN 2026 di Thailand. Hasil ini membuat peluang Indonesia ke semifinal semakin berat.
Umat Islam di Malaysia akan memulai ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis (19/2).
Simak kronologi SEAblings vs Knetz yang memicu seruan boikot drakor. Ketahui alasan di balik solidaritas netizen Asia Tenggara melawan rasisme digital.
KOLABORASI lintas negara dalam hal peningkatan layanan kesehatan dinilai sebagai hal yang penting untuk mendukung ekosistem kesehatan global.
Momentum hari jadi Perbanas Institute ini tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga ditandai dengan penguatan jejaring melalui penandatanganan dua MoU strategis.
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Dari total 935 wisudawan Perbanas Institute, jenjang magister terdiri atas 90 lulusan Magister Manajemen dan 28 lulusan Magister Akuntansi.
Rektor Perbanas Institute Prof Hermanto Siregar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam membangun kapasitas sumber daya manusia yang unggul.
Seminar yang diadakan Perbanas Insitute ini menjadi forum strategis untuk membahas dampak kebijakan proteksionisme global terhadap Indonesia dan strategi adaptif yang perlu diambil.
Prof Sri Wahyuni menguraikan bahwa keberhasilan merek di era saat ini tidak hanya ditentukan oleh kinerja ekonomi, namun juga oleh komitmen terhadap lingkungan dan nilai-nilai sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved