Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER payudara adalah salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia. Panel ahli kesehatan, seperti Satuan Tugas Layanan Pencegahan Amerika Serikat (USPSTF), merekomendasikan agar perempuan berusia 40 - 74 tahun menjalani pemeriksaan mammografi secara rutin setiap dua tahun sekali. Rekomendasi ini diharapkan mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa, khususnya kaum perempuan, dari penyakit kanker.
"Ini kabar baik bagi para perempuan. Setiap tahun, 250.000 perempuan didiagnosis menderita kanker payudara, dan 40.000 di antaranya meninggal dunia. Melalui deteksi dini, peluang kesembuhan kanker dapat lebih besar tercapai, dan angka kematian akibat kanker payudara dapat terminimalisir," kata Sandhya Pruthi, MD, dari Klinik Diagnostik Payudara dan Pusat Kanker Komprehensif Mayo Clinic.
Penyebab pasti kanker payudara belum diketahui, namun perkembangan kanker ini bermula dari pertumbuhan sel-sel tidak normal pada kelenjar payudara. Jika tidak segera dideteksi dan diobati, sel-sel tersebut dapat menyebar ke bagian sel tubuh lain atau disebut metastasis.
Perlu diketahui Kelenjar payudara terdiri dari lobulus (penghasil ASI) dan duktus (saluran ASI). Berdasarkan data penelitian yang dilansir dari situs Rumah Sakit Pondok Indah, sekitar 85% kanker payudara bermula dari sel di duktus, sementara 5% berasal dari lobulus. Sisanya berasal dari sel lain di payudara.
Selain itu, kebanyak orang mengira kanker dan tumor adalah jenis penyakit yang sama. Padahal, perbedaan utama antara kanker dan tumor jinak terletak pada sifatnya yang invasif.
Sifat invasif tersebut menjelaskan sel kanker memiliki kemampuan untuk merusak jaringan di sekitarnya dan menyebar ke organ lain. Sebaliknya, tumor jinak hanya tumbuh di lokasi tertentu tanpa merusak jaringan di sekitarnya, sehingga cenderung tidak menyebar.
Para ahli menyarankan perempuan untuk memulai deteksi dini sejak usia 20 tahun dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) secara rutin setiap bulan.
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan 7-10 hari setelah menstruasi, ketika kondisi payudara lebih rileks. salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara, serta perhatikan seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak.
Ulangi langkah ini dengan tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan. Jika saat pemeriksaan mandiri dirasa ada benjolan, nyeri yang tidak biasa, atau perubahan bentuk payudara, segera konsultasikan dengan dokter.
Sementara itu, bagi perempuan usia 40 tahun ke atas, mammografi menjadi pemeriksaan yang sangat dianjurkan.
Mammografi adalah metode pemeriksaan dengan menggunakan sinar-X untuk mendeteksi keberadaan kanker payudara. Pemeriksaan ini direkomendasikan dilakukan setiap 1-2 tahun sekali, terutama bagi orang yang memiliki riwayat keluarga dengan keturunan kanker payudara.
Salah satu manfaat yang dapat dirasakan secara langsung saat melakukan deteksi dini yaitu biaya pengobatan yang relatif lebih ringan dibandingkan dengan penderita kanker telah mencapai stadium lanjut.
Adapun manfaat lainnya yaitu:
Dengan melakukan deteksi dini, penyakit kanker dapat ditemukan pada tahap yang masih awal, sehingga belum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pengobatan pada tahap ini biasanya akan meningkatkan peluang kesembuhan.
Jika dilihat, orang dengan penyakit kanker stadium lanjut akan mendapatkan proses pengobatan yang cukup berat seperti kemoterapi, radiasi, atau kombinasi perawatan yang lebih intensif. Namun, jika kanker terdeteksi lebih dini, pengobatan yang dibutuhkan cenderung lebih ringan, seperti operasi kecil atau terapi.
Jika kanker ditemukan lebih awal, seorang dengan penyakit ini memiliki lebih banyak waktu untuk berdiskusi dengan dokter, sembari mempertimbangkan opsi pengobatan yang tepat untuk mendapatkan perawatan yang terbaik. Semakin cepat kanker payudara ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh.
Selain itu, faktor usia, gaya hidup, dan riwayat keluarga merupakan beberapa risiko utama yang meningkatkan kemungkinan kanker payudara. Sebagai langkah perlindungan diri, melakukan pengecekan payudara secara rutin dapat membantu menyelamatkan nyawa dari penyakit kanker payudara.
Ingatlah mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Dengan SADARI dan mammografi, kaum perempuan dapat memantau kondisi payudaranya dan segera mengambil tindakan bila ada hal yang dirasa perlu menjalankan pengobatan. (Agency for Healthcare Research and Quality/Breast Cancer Research Foundation/RS Pondok Indah/Mayo Clinic’s Cancer/Z-3)
Kebanyakan tumor atau kanker payudara itu tidak terasa, jadi Sadari harus dilakukan.
Dokter bedah onkologi lulusan Universitas Indonesia, Maelissa Pramaningasin, menyoroti masih tingginya temuan kanker payudara stadium lanjut di Indonesia.
Deteksi dini kanker payudara: lakukan SADARI di rumah dan SADANIS di klinik. Waspadai benjolan tak nyeri, kulit seperti jeruk, serta cairan tidak normal dari puting.
Pentingnya kesadaran deteksi dini kanker payudara adalah untuk meningkatkan peluang hidup pasien karena kanker yang terdeteksi lebih awal, terutama sebelum menyebar.
Kanker payudara adalah salah satu penyakit yang menjadi perhatian utama bagi kesehatan wanita di seluruh dunia.
Pemeriksaan payudara sendiri (Sadari), pemeriksaan USG, dan mamografi merupakan metode yang dapat meningkatkan peluang kesembuhan kanker payudara hingga 80%.
Gapki menggelar pertemuan 140 pemangku kepentingan di Palu untuk mendorong perlindungan pekerja perempuan dan penguatan prinsip kesetaraan gender di sektor sawit.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Dampak psikologis pascabencana berpengaruh terhadap proses pemulihan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi seperti di Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved