Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Haji dan Umroh dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dadi Darmadi mengatakan bahwa persiapan haji tahun ini merupakan isu yang krusial, apalagi mengingat berbagai tantangan teknis dan kebijakan yang dihadapi selama beberapa tahun terakhir.
DPR RI dan pemerintah sendiri berencana untuk membahas Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) pada 30 Desember 2025. Dadi mengatakan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.
“Pertama soal transparansi dan akuntabilitas. Pemerintah perlu secara tegas membuka rincian komponen biaya haji kepada publik. Selama ini, keterbukaan terkait bagaimana biaya tersebut dihitung belum sepenuhnya memuaskan. Misalnya, apa yang menjadi dasar kenaikan atau penurunan biaya, serta bagaimana penggunaan dana haji yang dikelola,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Jumat (27/12).
Lebih lanjut, hal lain yang perlu diperhatikan adalah terkait efisiensi dan keadilan, di mana pemerintah sering mengklaim soal efisiensi, tetapi apakah itu tercermin dalam pelayanan di lapangan. Banyak laporan jemaah terkait akomodasi yang tidak sesuai standar atau transportasi yang tidak memadai, yang menunjukkan masih adanya ruang cukup besar untuk perbaikan ke depannya.
“Selanjutnya, DPR sejauh ini cukup kritis, dan tahun ini kita harapkan bisa lebih kritis dalam memastikan bahwa setiap komponen BPIH dan Bipih mencerminkan kepentingan jemaah, bukan sekadar memenuhi target finansial pemerintah atau pihak lain,” ujar Dadi.
Selain itu mengenai biaya haji, dia menegaskan bahwa hal ini tidak semata-mata soal apakah biaya haji harus naik atau tidak, tetapi soal bagaimana pemerintah memastikan efisiensi sekaligus perlindungan terhadap jemaah, terutama mereka yang berlatar belakang kelompok masyarakat menengah ke bawah.
“Kalau kenaikan biaya tidak bisa dihindari karena inflasi atau kebijakan pemerintah Arab Saudi, ini harus dijelaskan dengan rinci kepada publik. Pemerintah juga perlu menegaskan komitmen untuk meminimalkan dampaknya terhadap calon jemaah, misalnya dengan subsidi yang lebih jelas dan berkeadilan,” tegasnya.
Hal lain yang tak kalah penting, ujar Dadi, adalah memastikan bahwa layanan haji yang diberikan sebanding dengan biaya yang dibayarkan. Jangan sampai kita hanya fokus pada angka tanpa memperhatikan pengalaman dan kebutuhan jemaah selama di Tanah Suci.
“Saya rasa ini momen penting bagi pemerintah dan DPR untuk membuktikan keberpihakan mereka kepada jemaah, bukan hanya pada aspek finansial, tetapi juga pada kualitas pelayanan,” tandasnya.
Dihubungi secara terpisah, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang telah memastikan bahwa rapat kerja antara DPR dan pemerintah mengenai pelaksanaan haji tahun depan akan segera dilaksanakan. Dia juga telah memastikan keputusan mengenai BPIH dan Bipih ditargetkan akan berlangsung awal tahun 2025.
“Nanti tanggal 30 Desember (raker dengan Kemenag). (Penentuan BPIH dan Bipih) awal pertengahan Januari,” ujar Marwan. (Des/M-3)
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mendesak pemerintah segera mengevakuasi WNI kru kapal yang terkatung hampir setahun di lepas pantai Afrika tanpa kepastian upah dan nasib.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Abdullah juga mengaitkan temuan ini dengan aksi KPK sebelumnya yang menjaring pegawai Bea Cukai di Jakarta dan Lampung terkait kasus dugaan korupsi importasi.
Menurutnya, kepercayaan publik yang sudah terbentuk perlu dijaga agar tidak menurun di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pemerintahan.
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu menilai, upaya meminimalkan perbedaan pandangan menjadi penting di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi global.
Penyusunan Perpres dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, terutama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Menurut Yusril, ketiadaan payung hukum yang komprehensif membuat negara belum optimal dalam merespons ancaman disinformasi secara sistemik.
Langkah ini merupakan keberlanjutan dari upaya legislasi yang telah diinisiasi pada periode sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved