Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGAIMANA manusia terus mendorong batas ilmu pengetahuan di luar atmosfer Bumi? Jawabannya terlihat jelas dalam aktivitas intens kru Ekspedisi 72 di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Dari meluncurkan eksperimen hingga mempersiapkan perjalanan luar angkasa penting, para astronaut tak henti-hentinya bekerja. Hal ini untuk menjawab pertanyaan besar tentang kehidupan di ruang angkasa dan eksplorasi antariksa masa depan.
Tepat Pada Kamis (12/12) lalu, Stasiun Luar Angkasa menjadi saksi peluncuran eksperimen Euro Materials Aging (EMA).
Komandan NASA, Suni Williams, bersama Teknisi Penerbangan Don Pettit dan Butch Wilmore, membuka ruang kedap udara NanoRacks Bishop untuk mempersiapkan modul eksperimen tersebut.
Dengan bantuan lengan robotik Canadarm2, modul Bishop akan dilepaskan dari modul Tranquility dan dipindahkan ke modul laboratorium Columbus pada Senin mendatang.
Pada platform Bartolomeo di bagian luar ISS, EMA akan menjalani paparan langsung terhadap kondisi ekstrem luar angkasa selama satu tahun penuh. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana material tertentu bertahan di lingkungan antariksa yang keras.
Hasilnya diharapkan dapat membantu pengembangan teknologi antariksa yang lebih andal untuk misi ke Bulan, Mars, dan destinasi lainnya di masa depan.
"Ini bukan hanya tentang memahami kerusakan material," ujar seorang ilmuwan NASA.
"Tetapi juga bagaimana kita dapat memanfaatkan wawasan ini untuk menciptakan perangkat keras yang lebih tahan lama dan efisien untuk eksplorasi antariksa yang lebih ambisius," tambahnya
Sementara itu, Insinyur Penerbangan NASA, Nick Hague memimpin penelitian seluler yang menyoroti dampak gravitasi mikro pada sistem kekebalan tubuh manusia.
Hague memproses sampel darah menggunakan inkubator penelitian Kubik dan sentrifus canggih di modul Harmony. Setelah itu, sampel disimpan di lemari pembeku sains untuk dianalisis lebih lanjut oleh para ahli di Bumi.
Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana paparan berkepanjangan terhadap gravitasi mikro dapat memengaruhi kesehatan manusia, khususnya dalam hal stres seluler dan kerusakan jaringan.
Tidak hanya fokus pada eksperimen ilmiah, para astronaut juga mempersiapkan diri untuk perjalanan luar angkasa penting pada minggu mendatang.
Teknisi Penerbangan Roscosmos Alexey Ovchinin dan Ivan Vagner berlatih mengenakan pakaian antariksa Orlan dan mempraktikkan manuver ke ruang kedap udara Poisk.
Perjalanan luar angkasa mereka, yang dijadwalkan pada 19 Desember, akan difokuskan pada relokasi perangkat keras sains dan robotika di ISS.
Ovchinin dan Vagner juga menjalani studi kesehatan dengan alat pengukur aktivitas jantung dan tekanan darah. Sementara itu, rekan mereka, Aleksandr Gorbunov, meninjau prosedur keselamatan perjalanan luar angkasa dan berpartisipasi dalam simulasi komunikasi antar kru internasional.
Di balik aktivitas harian yang sibuk, kru Ekspedisi 72 tetap menjaga semangat kolaborasi internasional yang menjadi fondasi misi ISS.
Baik melalui eksperimen inovatif, pelatihan intensif, atau pengembangan teknologi baru, para astronaut terus mendorong batas-batas ilmu pengetahuan dan membuka jalan menuju eksplorasi antariksa yang lebih dalam.
Jadi, pengaruh dari dampak dari penelitian ini akan membentuk masa depan eksplorasi antariksa? Seiring berjalannya waktu, eksperimen ini akan memberikan jawaban penting dan mempersiapkan umat manusia untuk langkah besar berikutnya dalam menjelajahi kosmos.
Sumber: Scitechdaily
Melalui program Send Your Name to Space with Artemis II, siapa pun kini bisa mengirimkan nama mereka untuk mengorbit Bulan secara simbolis pada misi berawak pertama dalam lebih dari 50 tahun.
Panduan lengkap cara mengirim nama ke Bulan melalui misi NASA Artemis 2. Pelajari prosedur, teknologi microchip, dan batas waktu pendaftaran 2026.
Penetapan tanggal ini menyusul penundaan sebelumnya akibat kendala teknis saat sesi latihan peluncuran (wet dress rehearsal), termasuk kebocoran bahan bakar hidrogen
Flare Matahari merupakan ledakan besar energi elektromagnetik yang terjadi akibat perubahan mendadak pada medan magnet di atmosfer Matahari.
Temuan terbaru mengenai ukuran Jupiter ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy pada Senin (2/2). Jurnal ini sekaligus disebut sebagai salah satu hasil penting
Meskipun peluang tersebut sempat mencapai 3,1%, perkiraan lintasan yang lebih rinci akhirnya meniadakan kemungkinan tabrakan dengan Bumi saat ia melintas dekat pada 22 Desember 2032.
Hambatan terbesar dalam mewujudkan perjalanan antarbintang ternyata bukan terletak pada kapal, mesin, ataupun bahan bakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved