Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) terkait antisipasi cuaca ekstrem di Jabodetabek, salah satunya modifikasi cuaca. Pratikno menyebut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa curah hujan sangat tinggi di wilayah-wilayah mulai dari Sumatra, Jawa, sampai NTT.
“Kita antisipasi betul di semua daerah termasuk juga di wilayah Jabodetabek. Pagi hari ini kita
menyelenggarakan rapat hal-hal apa yang harus kita lakukan agar bencana banjir bisa diminimalisir semaksimal mungkin,” kata Pratikno kepada awak media usia rapat.
Rapat yang digelar di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (10/12), itu dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Kusworo, PJ Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi, dan sejumlah pejabat lainnya.
Sejumlah langkah terus dilakukan. Pertama, pemerintah akan terus melanjutkan modifikasi cuaca, baik yang dilakukan oleh BNPB bersama dengan BMKG, maupun oleh pemerintah provinsi terutama Pemprov DKI.
“Jadi modifikasi ini akan mengurangi curah hujan yang berlebihan. Tidak bisa meniadakan tidak mungkin tapi mengurangi dan itu mengurangi beban terhadap infrastruktur air yang ada di wilayah Jabodetabek,” kata Pratikno.
Kedua, kata Pratikno, pemerintah juga akan memperbaiki dan mengoptimalkan infrastruktur yang sudah ada, baik melalui perawatan infrastruktur maupun melalui kesiap-siagaan dari petugas teknis yang ada di lapangan.
“Jangan sampai petugas teknis lengah oleh karena tadi kita semua juga apel siaga akan terus dilakukan secara rutin dan,” ujarnya.
Ketiga, sambung dia, dalam minggu ini pemerintah akan membentuk posko bersama di mana pihak-pihak terkait berkantor bersama di BNPB. “Jadi masing-masing pemda, unit-unit pemerintahan terkait mengirimkan wakilnya dalam satu posko di BNPB agar bisa dimonitor dari waktu ke waktu dan tidak perlu rapat koordinasi karena koordinasi dilakukan real time di posko BNPB,” jelasnya.
Ketika banjir tidak bisa terhindarkan, banjir tersebut diharapkan sudah bisa terkendali. Pihaknya juga menyatakan siap-siaga untuk melayani masyarakat seandainya banjir tidak terhindarkan.
“Basarnas sudah siap di titik-titik baik itu infrastruktur yang disediakan kemudian juga staffing juga demikian. Pemprov Provinsi DKI juga sudah menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan di pos-pos yang kemungkinan ada potensi untuk banjir titik-titiknya sudah diidentifikasi secara jelas,” papar Pratikno. (H-3)
Peluncuran rumah contoh tipe Alder di Kota Modern Tangerang menarik ratusan pengunjung. Hunian dua lantai ini ditawarkan dengan cicilan mulai Rp6 juta.
TERSANGKA kasus dugaan penganiayaan Bahar bin Smith akan diperiksa polisi pada 4 Februari 2026.
BMKG memprediksi pagi hari di sebagian besar wilayah Jakarta akan diawali dengan kondisi berawan tebal.
Emiten properti PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Jabodetabek
Ia menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek.
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Antisipasi Banjir, SDA DKI Keruk Sedimen Kali Cideng
Ia juga menegaskan proyek penanganan banjir ini sengaja dilaksanakan lebih awal untuk menghindari penumpukan program di akhir tahun yang berdampak pada serapan anggaran.
Bersih-bersih sungai melibatkan warga bersama PMI, BPBD, pelajar dan relawan dari komunitas peduli sungai yang menamakan diri Masjaka.
Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi
Normalisasi sungai ini merupakan ikhtiar konkret untuk mengurangi dampak banjir dan melindungi masyarakat dari potensi kerugian.
Lurah dan camat diminta untuk mengecek saluran-saluran air, mulai dari gorong-gorong, selokan, sungai, hingga kirmir, agar tidak terjadi sumbatan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved