Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meneken kontrak proyek pengendalian banjir Jakarta skala besar dan menengah bertajuk JakTirta dengan nilai anggaran sebesar Rp2,62 triliun. Proyek ini ditandatangani langsung antara Dinas Sumber Daya Air Jakrta dengan sejumlah perusahaan pelaksana.
"Penanganan proyek banjir di Jakarta yang kita namakan dengan JakTirta. Kenapa JakTirta? Jak adalah Jakarta dan Tirta adalah air," ungkap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
Eks Sekretaris Kabinet itu mengatakan proyek ini menyetujui beberapa poin mulai dari penguatan sistem pemompaan air, pembangunan embung dan waduk, serta penguatan tanggul dan kapasitas sungai di wilayah DKI Jakarta.
Ia juga menegaskan proyek penanganan banjir ini sengaja dilaksanakan lebih awal untuk menghindari penumpukan program di akhir tahun yang berdampak pada serapan anggaran.
"Saya mengizinkan kontraknya itu dilakukan lebih awal, tidak ditumpuk di akhir tahun kemudian menyebabkan kesibukan yang luar biasa di bulan November dan Desember. Dengan penanganan ini mudah-mudahan serapan anggarannya menjadi lebih baik lagi bagi Jakarta," ucap Pramono.
Politisi senior PDIP itu menjelaskan proyek JakTirta meliputi empat fokus utama, diantaranya, Pertama, penguatan sistem polder dan pompa pengendali banjir. Kedua, pembangunan embung dan waduk sebagai tampungan air.
Ketiga, pembangunan dan penguatan tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) sebagai perlindungan kawasan pesisir dari banjir rob. Keempat, penanganan sungai dan kali melalui peningkatan kapasitas alur agar mampu menampung debit air bersih lebih banyak saat curah hujan tinggi.
"Dan juga paket-paket penanganan sungai dan kali untuk meningkatkan kapasitas dari sungai dan kali tersebut. Itulah yang kami lakukan," ungkap Pramono.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan proyek ini berbeda dengan program normalisasi Kali Ciliwung dan Banjir Kanal Timur (BKT). Program JakTirta lebih berfokus pada peningkatan kapasitas sungai yang sudah ada, sedangkan normalisasi Kali Ciliwung berfokus pada pelebaran sungai.
"JakTirta Project ini bukan pelebaran. Sungainya sudah ada, tinggal didalamkan, diperkuat, dan dibuatkan tanggul untuk meningkatkan kapasitasnya." ucap Pramono.
Proyek JakTirta disebut tidak akan terkendala persoalan pembebasan lahan, karena seluruh proses administrasi dan pembebasan lahan sudah diselesaikan, sehingga pekerjaan bisa dilanjutkan pada tahap konstruksi.
Beberapa paket pekerjaan JakTirta diantaranya berada di Kali Angke dan Kali Pesanggrahan. Sementara pembangunan waduk dan embung direncanakan di Kebagusan, Pondok Labu, dan Sunter Hulu.(MTVN/P-1)
Pengendalian banjir dengan anggaran Rp3,64 triliun, pengelolaan sampah Rp1,38 triliun, serta pembangunan jembatan dan flyover sebesar Rp289,72 miliar.
Petugas gabungan menangani turap longsor akibat banjir di Jalan Jati Padang III, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
BPBD DKI Jakarta mencatat hingga pukul 15.00 WIB, genangan masih terjadi di 29 Rukun Tetangga (RT) dan tiga ruas jalan di wilayah DKI Jakarta.
Pekerjaan ini merupakan bagian dari program normalisasi yang dikoordinasikan bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.
Banjir di Jakarta selalu menjadi masalah yang berulang dan menjadi perhatian utama, terutama ketika musim hujan datang.
Bersih-bersih sungai melibatkan warga bersama PMI, BPBD, pelajar dan relawan dari komunitas peduli sungai yang menamakan diri Masjaka.
Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi
Normalisasi sungai ini merupakan ikhtiar konkret untuk mengurangi dampak banjir dan melindungi masyarakat dari potensi kerugian.
Lurah dan camat diminta untuk mengecek saluran-saluran air, mulai dari gorong-gorong, selokan, sungai, hingga kirmir, agar tidak terjadi sumbatan
Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved