Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI upaya strategis mitigasi bencana banjir, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi meluncurkan program normalisasi Sungai Suli di Kabupaten Luwu dengan anggaran mencapai Rp18,7 miliar.
Program yang difokuskan pada pengerukan sedimen dan peningkatan kapasitas aliran ini diharapkan dapat meminimalisir luapan air yang kerap melanda permukiman warga setiap musim hujan.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa normalisasi sungai ini merupakan ikhtiar konkret untuk mengurangi dampak banjir dan melindungi masyarakat dari potensi kerugian. Karena Luwu menjadi salah satu kabupaten yang juga menjadi langganan banjir.
“Program ini adalah ikhtiar kita bersama untuk mengurangi dampak banjir dan potensi kerugian masyarakat kita ketika musim hujan tiba,” ujar Sudirman dalam peluncuran program, Jumat (31/10).
Dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di Luwu, Sungai Suli memiliki dampak langsung terhadap keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitarnya.
Gubernur berharap, melalui normalisasi ini, aliran Sungai Suli dapat kembali berfungsi optimal.
“Insya Allah melalui program normalisasi ini, kita tentu berharap aliran Sungai Suli dapat kembali berfungsi optimal sehingga risiko genangan dan banjir dapat diminimalisir di masa mendatang,” cetusnya.
Langkah ini, menurut Sudirman, sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan Pemprov Sulsel yang berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, Mei 2024 lalu terjadi banjir bandang dan longsor di Luwu yang mengakibatkan belasan orang meninggal dunia, dan 3.000 warga terdampak. (H-2)
Ia juga menegaskan proyek penanganan banjir ini sengaja dilaksanakan lebih awal untuk menghindari penumpukan program di akhir tahun yang berdampak pada serapan anggaran.
Bersih-bersih sungai melibatkan warga bersama PMI, BPBD, pelajar dan relawan dari komunitas peduli sungai yang menamakan diri Masjaka.
Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi
Lurah dan camat diminta untuk mengecek saluran-saluran air, mulai dari gorong-gorong, selokan, sungai, hingga kirmir, agar tidak terjadi sumbatan
Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved