Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) berkomitmen memaksimalkan Ruang Bersama Merah Putih (RBMP) sebagai sarana memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak guna meminimalisasi kecanduan menggunakan gawai.
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi di Malang, Jawa Timur, Jumat (6/12), mengatakan permainan tradisional syarat akan nilai-nilai sosial, seperti mengajarkan arti gotong royong dan rasa kebersamaan.
"Kalau dilihat dampak kecanduan gadget terhadap anak sangat tidak baik, maka kami tawarkan solusinya di Ruang Bersama Merah Putih menyediakan permainan tradisional berbasis kearifan lokal," kata Arifatul.
Menurutnya, membumikan permainan tradisional mampu menumbuhkan empati dan rasa simpati pada anak. Selain itu, mengembangkan kreativitas dan keterampilan, sekaligus menghadirkan wadah berekspresi.
Lebih lanjut, kata dia, dengan pola tersebut yang dijalankan melalui RBMP, maka karakter pada anak akan terbentuk secara kuat. Dampaknya, memberikan keuntungan bagi laju perkembangan pembangunan bangsa Indonesia di masa mendatang.
"Kita sebagai orang tua ini tidak bisa hanya sekadar melarang tapi harus memberikan solusi. Mengajarkan nilai tidak boleh curang dan harus sportif, karakternya terbentuk," ujarnya.
Di samping itu, alasan memasukkan permainan tradisional di dalam pelaksanaan RBMP juga untuk mengajarkan nilai toleransi kepada anak.
"Permainan tradisional, bermainnya ramai-ramai dan dari situ mengenalkan teman-teman sebaya dengan beragam latar belakang, suku sampai agama. Saya yakin nanti waktu dewasa anak-anak ini tidak akan membeda-bedakan," kata dia.
Arifatul menyatakan penerapan program pengenalan permainan tradisional kepada anak-anak tentu juga melibatkan banyak pihak, seperti pemerintah daerah hingga sejumlah kementerian terkait.
Strategi ini guna menindak lanjuti arahan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang meminta seluruh jajaran kementerian memperkuat kolaborasi dengan pemerintah di tingkat daerah. "Beliau menyampaikan tidak ada satupun kementerian yang bisa bekerja sendiri. Semua berkolaborasi," ucap dia.
Selain itu, dirinya menambahkan RBMP merupakan program yang memang dirancang memperkuat pembangunan kemandirian, bedaya saing, dan inklusif, khususnya di lingkungan pedesaan.
"Ruang Bersama Merah Putih ini akan menjadi sebuah gerakan dari seluruh komponen masyarakat untuk menciptakan rasa memiliki terhadap desa dan empati terhadap sesama anggota masyarakat dapat terwujud," kata dia. (Ant/H-2)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan pentingnya kolaborasi dunia usaha dalam mewujudkan lingkungan ramah anak.
Saat ini, korban telah berada di lokasi yang lebih aman dengan pendampingan penuh, termasuk layanan pendampingan psikologis dari UPTD PPA Samarinda.
Perempuan pekerja migran menghadapi tantangan berat, seperti ketidakpastian hukum, kekerasan berbasis gender, hingga dampak sosial terhadap anak-anak yang mereka tinggalkan.
Menteri PPPA mengapresiasi Salimah yang telah memperhatikan isu perempuan anak dan keluarga dan melakukan aksi.
Femisida adalah pembunuhan terhadap perempuan dan anak perempuan yang disengaja karena faktor gendernya.
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi telah mengunjungi anak korban dugaan kekerasan seksual dan kedua orangtuanya.
Di SDN 015 Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pembelajaran numerasi tidak selalu dimulai dari buku dan papan tulis.
Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tapi warisan budaya yang mendidik. Simak daftar lengkap, cara bermain, dan manfaatnya untuk tumbuh kembang anak.
Sembilan jenis dolanan (permainan) disajikan dalam Festival Dolanan Anak Tradisional yang digelar di halaman Museum Situs Purbakala Patiayam Kudus
Dinas Pemuda dan Olahraga Kendari menginisiasi lomba egrang guna membangkitkan kembali permainan tradisional
Banyak permainan tradisional kini mulai langka akibat digitalisasi dan perubahan gaya hidup anak-anak yang kian jauh dari ruang bermain fisik.
KEK Tanjung Lesung sukses menyelenggarakan Festival Kolecer yang digelar pada 26-28 September 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved