Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPARTEMEN Sosial Masyarakat dan Lingkungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Indonesia (UI) 2024 kembali membawa program pengabdian melalui sosialisasi bahaya pornografi pada anak.
Sosialisasi yang diselenggarakan pada 29 September 2024 merupakan salah satu rangkaian acara dari program kerja tahunan, Rumah Belajar FIA (Rumbaia) 2024. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua peserta didik dari Rumah Belajar FIA akan bahaya pornografi pada anak.
Di era digital saat ini, keterbukaan informasi dan kemudahan dalam mengakses internet menjadi pisau bermata dua yang berpotensi mengancam perkembangan psikologis, emosional, dan sosial anak.
Kini, anak-anak dapat dengan mudah mengakses internet dan berpotensi terpapar pornografi di usia dini.
Oleh karena itu, BEM FIA UI bekerjasama dengan Komunitas Eksternal, Smart Ladies, berinisiatif untuk mengadakan sosialisasi parenting guna memberikan edukasi kepada para orang tua peserta didik.
Kegiatan yang diselenggarakan di Musala Taklim Desa Sawah Indah, Citayam dihadiri kurang lebih 40 peserta dari masyarakat sekitar.
Acara ini menghadirkan beberapa anggota Komunitas Smart Ladies dan pemaparan materi dilaksanakan oleh Safrida Rumondang, yang merupakan salah satu tenaga dosen Universitas Indonesia.
Sejalan dengan tujuan utama Rumah Belajar FIA untuk menyediakan pendidikan inklusif, Sosialisasi Parenting merupakan upaya dua arah untuk mengedukasi orang tua peserta didik.
Materi yang disampaikan meliputi:
Selain sesi presentasi, acara ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan pembagian doorprize. Peserta diberikan kebebasan untuk bertanya sekaligus berkonsultasi mengenai permasalahan yang dimiliki terkait dengan materi yang disampaikan.
Para orangtua peserta didik memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini.
"Acara ini sangat bermanfaat dan memberikan banyak wawasan baru tentang cara melindungi anak dari bahaya pornografi," ujar salah satu peserta.
Pembicara juga menekankan pentingnya peran aktif orangtua dalam mendidik dan melindungi anak-anak mereka, terlebih di era digital saat ini.
Kegiatan sosialisasi parenting mengenai bahaya pornografi pada anak yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial, Masyarakat dan Lingkungan BEM FIA UI bersama Komunitas Smart Ladies ini berhasil meningkatkan kesadaran dan memberikan panduan praktis bagi para orangtua dalam memerangi bahaya pornografi pada anak.
Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak-anak.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Inayati, mengungkapkan alasan dilaksanakannya program sosialisasi ini.
“Kami memilih tema mewaspadai pornografi karena saat ini pornografi sudah menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja,” ucapnya.
“Keluarga, khususnya ibu, merupakan pilar utama dalam pendidikan anak-anak dan mengedukasi mereka terhadap bahaya pornografi. Karena itulah kami menyelenggarakan seminar tentang mewaspadai pornografi pada anak bagi para ibu di Desa Sawah Indah, Citayam,” lanjut Inayati. (Z-1)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved