Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TANAH bukan hanya tempat kita tinggal, tapi juga memiliki cerita panjang yang tersembunyi di bawah permukaannya. Di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia, ada museum yang didedikasikan mengungkap segala hal tentang tanah, mulai dari asal-usulnya hingga bagaimana manusia mengelolanya.
Museum Tanah adalah museum yang fokus menampilkan informasi terkait berbagai aspek yang berhubungan dengan tanah. Penasaran? Yuk kita jelajahi museum tanah yang ada di penjuru dunia bahkan di Indonesia.
Di Belanda, tepatnya di Universitas Negeri Wageningen, terdapat Museum Tanah yang terkenal. Tanah yang dipamerkan merupakan sebagian kecil dari 1.200 monolit dari 85 negara yang dikumpulkan selama lebih dari lima dekade di museum.
Tanah tersebut meliputi tanah dari lahan pertanian dan daerah berpenghuni, tetapi juga daerah yang lebih sulit diakses seperti gurun, pegunungan, dan hutan hujan. Museum ini juga berkolaborasi dengan para seniman untuk menyoroti estetika tanah dan bagaimana tanah terhubung dengan sains.
Di Indonesia, konsep museum tanah juga semakin berkembang. Salah satu yang terkenal adalah Museum Tanah Indonesia yang terletak di Bogor, Jawa Barat.
Museum Tanah Indonesia berupaya menjadi sangat penting khususnya untuk mendokumentasikan berbagai jenis tanah dan bebatuan yang ada di Indonesia, sehingga dapat dijadikan sarana edukasi, penelitian dan wisata bagi para peneliti, pelajar mahasiswa dan masyarakat umum.
Museum Tanah Indonesia saat ini memiliki koleksi yang meliputi sampel tanah dan batu dari berbagai penjuru Indonesia. Selain itu, terdapat berbagai koleksi pendukung lainnya seperti :
Museum ini juga menyimpan alat laboratorium lama yang bernilai historis tinggi, sampel pupuk, informasi tentang komoditas utama Indonesia sesuai dengan jenis tanah, diorama ekosistem, dan Soil Test KIT.
Di Italia, tepatnya di wilayah Tuscany, terdapat sebuah museum yang dikenal dengan nama Museo del Suolo atau Museum Tanah. Museum ini menyajikan informasi tentang tanah dari perspektif ilmiah dan ekologis. Dengan pameran yang mencakup proses pembentukan tanah, jenis-jenis tanah, dan peran penting tanah dalam ekosistem, museum ini juga menjelaskan sejarah pertanian di Italia.
Museum Tanah Emirates resmi dibuka pada 8 Desember 2016. Sejak diluncurkan, museum ini telah memberikan manfaat bagi para mahasiswa, peneliti, profesional, ilmuwan, pemerhati lingkungan, pengambil keputusan dan kebijakan, serta perencana tata guna lahan dalam upaya bersama untuk mencapai pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Di dalam museum, pameran dibagi dalam berbagai tema yang mencakup informasi tentang tanah, disajikan dalam topik-topik yang relevan bagi pengunjung, seperti Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan.
Monolit dari semua jenis tanah yang ada di UEA dipamerkan bersama dengan replika serangga dan kumbang, peralatan yang digunakan untuk mengamati proses bawah tanah, serta alat modern yang khusus untuk menilai kualitas tanah dan air.
Selain itu, terdapat dua simulator interaktif yang menunjukkan proses pembentukan bukit pasir dan infiltrasi air pada berbagai jenis tanah.
Jadi mau ke museum mana yang ingin dikunjungi? (Berbagai sumber/Z-3)
KEBIJAKAN kenaikan harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia mendapat kritikan tajam Sejarawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Edy Budi Santoso.
Ketiga destinasi wisata sejarah tersebut adalah Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, serta Museum Tekstil.
Selama pengelola museum masih menerima dana dari APBN, masyarakat tidak seharusnya dibebani biaya tinggi untuk mengakses fasilitas negara.
Kenaikan tarif Museum Nasional dari sebelumnya yang sebesar Rp25.000 merupakan langkah krusial untuk memenuhi standar pemeliharaan internasional.
Sebagai lembaga yang dikelola pemerintah, Museum Nasional mengemban tanggung jawab moral untuk mempermudah akses pendidikan bagi warga negara.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved