Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis kebidanan dan kandungan subspesialis fertilitas endokrinologi dan reproduksi Shanty Olivia SJ mengatakan ada beberapa faktor yang menentukan kapan sepasang suami istri perlu melakukan prosedur inseminasi untuk meningkatkan peluang kehamilan.
Dalam diskusi yang dilakukan bersama Rumah Sakit Pondok Indah Puri Indah, Selasa (19/11), dokter lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan ada beberapa faktor yang disarankan untuk dilakukan inseminasi yakni pada pasien dengan unexplained infertility atau gangguan kesuburan yang tidak diketahui, endometriosis ringan, faktor gangguan sperma, khususnya gangguan pergerakan atau jumlah yang sifatnya
ringan.
"Kemudian faktor apakah ada gangguan penyakit tertentu yang membutuhkan pencucian khusus seperti infeksi hepatitis, infeksi HIV, atau hepatitis C, faktor penyempitan di leher rahim si perempuan dan gangguan ovulasi," jelas Shanty.
Ia mengatakan, ada beberapa syarat yang mendukung keberhasilan inseminasi yaitu dari pihak istri wajib memiliki rahim dan saluran tuba yang sehat karena hasil pembuahannya akan menempel ke rongga rahim.
Sementara saluran tuba tempat tersimpannya telur tidak boleh tersumbat untuk mempermudah proses masuknya sperma ke saluran telur.
Dia juga menambahkan istri harus memiliki siklus ovulasi yang baik agar ada telur yang siap dipecahkan dari indung telur untuk dibuahi. Yang perlu diperhatikan adalah terkait usia yakni sebaiknya di bawah 40 tahun.
"Sebaiknya berusia di bawah 40 tahun karena memang selain jumlah dan juga kualitas telur seorang perempuan itu akan menurun drastis jika usianya di atas 40, beberapa penelitian mengatakan idealnya di bawah 38 tahun boleh dilakukan inseminasi," katanya.
Shanty mengatakan faktor dari suami juga menentukan peluang keberhasilan inseminasi yaitu tidak boleh mengalami gangguan sperma berat seperti Azoospermia yang tidak ada sperma sama sekali atau sedikit sekali.
Ia juga mengatakan angka keberhasilan inseminasi 10%-20%, namun tetap menjadi jalan keluar untuk meningkatkan peluang kehamilan jika pembuahan tidak terjadi setelah satu tahun teratur berhubungan.
Beberapa faktor gagalnya inseminasi antara lain sperma tidak berhasil membuahi sel telur, tidak terjadi pertumbuhan embrio, dan embrio tidak menempel pada rahim. (Ant/Z-1)
Peneliti ciptakan replika lapisan rahim untuk pelajari proses implantasi embrio. Terobosan ini diharapkan mampu menekan angka keguguran dan meningkatkan sukses IVF.
Studi terbaru HUJI mengungkap embrio dan rahim melakukan dialog molekuler intens melalui vesikel ekstraseluler hanya dalam satu jam setelah pertemuan.
Data Sensus Penduduk 2020 mencatat angka kematian ibu mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup, sementara kematian bayi berada di angka 17 per 1.000 kelahiran hidup.
Studi menemukan ketidakseimbangan hormon tiroid yang berlangsung selama beberapa trimester kehamilan dapat meningkatkan risiko autisme pada anak.
Ibu hamil sebaiknya menghindari makanan yang kurang matang hingga minuman dengan kandungan kafein.
Jo Bo Ah resmi mengumumkan bahwa ia tengah mengandung anak pertamanya.
individu dengan kepribadian gelap (dark personality traits), termasuk psikopati, cenderung menggunakan sentuhan sebagai alat untuk memanipulasi pasangannya.
Penghulu asal Jorong Batang, Batang Kundur, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat. Ahad Nasution, rela berenang menyeberangi sungai untuk menikahkan
Rasa marah, kecewa atau khawatir merupakan reaksi yang wajar saat mengetahui pasangan terlibat dalam perilaku merugikan seperti judi online.
Ada yang menyebut soal rumor perselingkuhan Young Lex beberapa waktu belakangan yang dikaitkan dengan perpisahan dengan Eriska terjadi.
Jika seseorang menikah tanpa memahami karakter, nilai, serta cara pasangan menghadapi stres dan konflik, risiko ketidakcocokan akan meningkat yang bisa berujung pada ghosting dan KDRT.
Perilaku ghosting bisa muncul karena kurangnya keterampilan komunikasi yang sehat serta ketidakmampuan individu menghadapi konflik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved