Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA, saat ini, sedang memasuki musim hujan, yang biasanya berlangsung dari November hingga Maret. Pada periode ini, curah hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan genangan air di berbagai daerah.
Genangan air menciptakan lingkungan yang ideal untuk berkembang biaknya berbagai jenis penyakit, terutama nyamuk. Oleh karena itu, pada musim hujan, penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD), cenderung meningkat.
DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. DBD hanya dapat menular melalui gigitan nyamuk, nyamuk tersebut biasanya menyerang pada siang dan sore hari, baik di dalam maupun di luar rumah.
Prinsip utama dari upaya pencegahan DBD adalah menjaga kebersihan lingkungan dan membasmi tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk.
Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan:
Memasang kelambu di tempat tidur.
Gejala DBD:
Jika sudah terlanjur terkena DBD, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama:
Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat mengurangi risiko terkena penyakit akibat nyamuk dan menjaga kesehatan tubuh selama musim hujan.
Jaga kebersihan lingkungan sekitar kita, karena tindakan kecil dapat membuat perbedaan besar dalam mencegah penyebaran penyakit. (berbagai sumber/Z-1)
Kementerian Kesehatan menerapkan teknologi Wolbachia untuk menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Pada Januari dilaporkan terjadi 54 kasus DBD. Jumlahnya turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved